RM.id Rakyat Merdeka - China, Jepang, dan Korea Selatan disebut-sebut bakl kompak menghadapi perang tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Tiga negara Asia itu kerang bersitegang dalam sejumlah hal, tapi di sisi lain merupakan mitra kuat AS di bidang ekonomi.
Pernyataan itu disampaikan media sosial yang berafiliasi dengan kantor berita China CCTV pada Senin (31/3/2025). Unggahan itu muncul setelah ketiga negara tersebut melakukan dialog ekonomi pertama dalam lima tahun terakhir, Minggu (29/3/2025).
Pertemuan tersebut digelar untuk memfasilitasi perdagangan regional saat Asia bersiap menghadapi kebijakan tarif Trump. Jepang dan Korea Selatan akan mengimpor bahan baku semikonduktor dari China. Sementara China juga tertarik untuk membeli produk chip dari Jepang dan Korea Selatan, kata akun medsos, Yuyuan Tantian milik CCTV, dalam postingan di Weibo.
Baca juga : Jelang Pelantikannya Sebagai PM Kanada, Mark Carney Serang Trump
Ketiga negara juga disebut bakal memperkuat kerja sama rantai pasokan dan terlibat dalam lebih banyak diskusi mengenai kendali ekspor. Meski demikian, dilansir Reuters, juru bicara Kementerian Perdagangan Korea Selatan mengatakan, pernyataan persetujuan untuk merespons tarif AS tampaknya telah ditafsirkan meluas.
Selama pertemuan Minggu itu, para menteri perdagangan negara-negara tersebut sepakat mempercepat pembicaraan mengenai perjanjian perdagangan bebas Korea Selatan-Jepang-China untuk mempromosikan "perdagangan regional dan global". Hal ini juga tertuang dalam pernyataan yang dirilis setelah pertemuan.
"Ketiga negara saling bertukar pandangan mengenai ekosistem perdagangan global, dan seperti yang dapat anda lihat dalam pernyataan bersama, mereka berbagi pemahaman mengenai perlunya melanjutkan kerja sama ekonomi dan perdagangan," kata juru bicara kementerian perdagangan Korea Selatan.
Baca juga : Jelang GP Australia, Russel Dan Verstappen Perang Urat Saraf
Pada Rabu (2/4) Trump akan mengumumkan tarif lebih tinggi. Ia juga menamai hari itu sebagai "Hari Pembebasan". Trump akan mengumumkan langkah-langkah baru tersebut dalam sebuah acara di Rose Garden Gedung Putih pada pukul 16.00 waktu setempat.
Meskipun Trump menegaskan bahwa ia telah menentukan tarif timbal balik terhadap negara-negara yang dianggap merugikan AS, Gedung Putih mengakui bahwa hingga Selasa malam, rincian akhir masih dalam tahap penyelesaian.
Trump mendukung tarif perdagangan dan meyakini bahwa langkah ini dapat mengatasi defisit perdagangan AS dengan berbagai negara, baik sekutu maupun rival.
Baca juga : Lupakan Persebaya, Persib Bandung Fokus Hadapi Macan Putih
Beijing, Seoul, dan Tokyo merupakan mitra dagang utama AS. Meskipun ketiga negara itu kerap bersitegang, termasuk sengketa wilayah dan pembuangan air limbah Jepang dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima yang rusak.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.