RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap sehat meski menghadapi ketidakpastian global karena kebijakan tarif Trump.
Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (8/3/2025).
Baca juga : Tinjau Titik Strategis, Tim Polkam Pastikan Mudik Berjalan Aman & Tertib
Dalam paparannya, Sri Mulyani melaporkan bahwa penerimaan pajak kembali mencatatkan pertumbuhan positif pada Maret 2025. Ia pun optimistis target penerimaan pajak tahun ini masih berada di jalur yang tepat.
Bendahara Negara itu mengakui bahwa penerimaan pajak sempat mengalami kontraksi pada awal tahun. Pada Januari tercatat turun 13 persen, lalu membaik menjadi minus 4 persen di Februari, sebelum akhirnya tumbuh positif 9,1 persen pada Maret.
Baca juga : Penyerapan Gabah Dan Beras Tetap Jalan Hari Libur, Demi Amankan Stok Nasional
Sri Mul juga mengungkap alasan di balik penundaan konferensi pers APBN KiTa edisi Januari. Ia menyebut, keputusan tersebut diambil karena data masih sangat dinamis dan belum stabil.
"Kami tidak ingin mengakibatkan kepanikan market," ujar Sri Mul.
Baca juga : Tinjau Pelabuhan Bakauheni, Menhub Pastikan Kelancaran Arus Mudik Lebaran
Sri Mul juga menegaskan, APBN tahun ini tidak akan jebol atau melewati batas 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sri Mul mengatakan, semua program prioritas Presiden Prabowo telah diperhitungkan dan diakomodasi dalam struktur APBN saat ini.
"Banyak yang mengatakan, apakah APBN-nya jebol? Tidak. Jangan khawatir. Tidak akan jebol," ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.