RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya menunda dulu kebijakan tarif resiprokal. Efeknya langsung terasa di Tanah Air. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung ngegas sejak pagi.
Begitu pasar dibuka, IHSG langsung melesat 5,07 persen. Saham-saham pun ikut semringah: 342 saham naik, cuma 23 yang nyungsep, sisanya anteng-anteng bae. Transaksi pun ramai kayak pasar malam: lebih dari Rp 652 miliar mengalir deras dari 583 juta lembar saham dalam 23 ribuan kali transaksi.
Baca juga : Sehari Setelah Anjlok, IHSG Langsung Tancap Gas
Analis Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, bilang bahwa sebelumnya IHSG memang sempat ngedrop dua hari beruntun gara-gara sentimen negatif dari wacana tarif impor AS. Tapi sekarang, angin segar datang dari Washington.
Senior Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menegaskan bahwa keputusan Trump menunda tarif selama 90 hari ngasih napas buat pemerintah Indonesia. “Ada waktu untuk negosiasi,” ujarnya bijak.
Baca juga : Puji Strategi Pemerintah Hadapi Tarif Trump, SBY: Langkah Negosiasi Lebih Tepat
Sebelumnya, Trump menunda pemberlakukan tarif impor karena lebih dari 75 mitra dagang tidak melakukan pembalasan dan telah menghubungi AS untuk membahas beberapa isu yang telah ia angkat sebelumnya.
Namun, penundaan tersebut tidak berlaku untuk China, yang telah melakukan pembalasan-dengan menaikkan tarif hingga 84 persen. Sebaliknya, Trump justru menaikkan tarif untuk negara tersebut menjadi 125 persen.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.