BREAKING NEWS
 

Tarif Resiprokal AS Peluang Kerek Daya Saing

OJK Dorong Perkuat Daya Tahan Industri

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Sabtu, 12 April 2025 07:00 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar. (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap melakukan mitigasi risiko meskipun Amerika Serikat (AS) menunda penerapan tarif resiprokal impor. Salah satunya, mendorong penguatan daya tahan industri. Jika berjalan mulus, kebijakan AS malah membawa dampak positif.

OJK melaporkan bahwa stabili­tas sektor jasa keuangan nasional masih terjaga di tengah eskalasi ketegangan ekonomi global, ter­utama akibat rencana penerapan tarif resiprokal impor AS.

Meski begitu, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengungkapkan, pi­haknya telah menyiapkan beberapa langkah dan strategi yang di­perlukan, guna memitigasi risiko. Termasuk dampak tarif yang digulirkan Presiden AS Donald Trump tersebut terhadap sektor jasa keuangan di Indonesia.

“Langkah mitigasi tetap dilaku­kan meskipun AS mengumumkan penundaan penerapan tarif selama 90 hari bagi negara tertentu, termasuk Indonesia,” kata Ma­hendra dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RKDB) Maret 2025 secara virtual, Jumat (11/4/2025).

Baca juga : Sampah Menumpuk Dan Picu Bau Busuk

Di bawah koordinasi Kemen­terian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, OJK bersama Pemerintah memastikan me­nindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, ada komitmen dari Pemerintah untuk mem­perbaiki ekosistem dari industri yang terpengaruh oleh penerapan tarif AS sebesar 32 persen untuk Indonesia.

Seperti terkait dengan insentif fiskal, kebijakan perlindungan pasar dalam negeri, atau kebi­jakan yang mendukung perbaikan dalam iklim investasi. Sehingga tidak lagi terus berhadapan dengan kondisi biaya tinggi.

“Reformasi lebih menyelu­ruh yang diperlukan terhadap peningkatan daya tahan dari industri-industri terdampak,” tutur mantan Wakil Menteri Keuangan ini.

Baca juga : Arsenal Vs Brentford, Lanjutkan Aura Positif

Mahendra menyebut, jika langkah-langkah tersebut di­lakukan, pihaknya yakin, risiko tarif resiprokal AS justru dapat memberikan dampak positif, atau menjadi momentum yang baik bagi Indonesia untuk melakukan reformasi.

Khususnya reformasi kepada keseluruhan iklim dan kondisi investasi dalam negeri, sehingga meningkatkan daya saing di dalam negeri.

“Sekaligus memperkuat tingkat competitiveness Indonesia, bukan hanya di Amerika, tapi di seluruh dunia,” ungkap mantan Wakil Menteri Luar Negeri dan Wakil Menteri Perdagangan ini.

Ia menegaskan, Pemerintah bersama stakeholder, secara proaktif melakukan langkah-langkah mitigasi. Serta mem­perkuat strategi masing-masing industri.

Baca juga : Melaju Ke Semifinal BAC 2025, Jafar Dan Felisha Menyala

“Dan tentunya secara keselu­ruhan di sektor riil perekono­mian Indonesia,” tuturnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense