BREAKING NEWS
 

Proyeksi Harga Kian Meroket, BSI Kantongi Saldo Emas Hingga 118 Persen Yoy

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 15 April 2025 18:32 WIB
Plt (Pelaksana Tugas) Direktur Utama BSI Bob T Ananta dalam acara halal bi halal di Jakarta, Selasa (15/4/2025). (Foto: Dwi Ilhami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Harga emas yang terus naik signifikan akhir-akhir ini, dinilai menjadi salah satu instrumen investasi dan kian dikejar oleh masyarakat. 

Melihat hal tersebut, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI meyakini, bisnis emas berpotensi terus bertumbuh. 

Tercatat, kinerja BSI Emas per 31 Maret 2025 dengan saldo BSI emas secara year on year (yoy) tumbuh sebesar 118 persen (335,97 kilogram/kg) dan secara year to date  (ytd) tumbuh sebesar 40 persen (177,32 kg). Serta, penjualan BSI emas secara yoy tumbuh sebesar 357 persen (174,84 kg). 

“Sementara, total emas kelolaan BSI Bank Emas per Februari 2025 secara ytd tumbuh sebesar dari 17,24 ton menjadi 17,66 ton (2,43 persen) atau sekitar Rp 14,7 triliun,” ucap Plt (Pelaksana Tugas) Direktur Utama BSI Bob T Ananta dalam acara halal bi halal di Jakarta, Selasa (15/4/2025). 

Bob mengatakan, emas sebagai solusi instrumen investasi saat ini, karena merupakan aset safe haven terlebih di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global. 

Bertransaksi logam mulia melalui layanan perbankan syariah dari BSI pun dipastikan bebas antrean. 

Baca juga : Bisnis Emas BSI Melonjak Hingga 231 Persen

Kondisi tersebut didukung pula proyeksi harga emas yang dalam jangka menengah maupun panjang masih meningkat terutama di tengah kondisi ekonomi global yang masih menantang. 

Dalam jangka menengah harga emas diproyeksi naik hingga 3.200 dolar Amerika Serikat (AS) per troy ounce, bahkan bisa mencapai 4.500 dolar AS per troy ounce pada penghujung 2025 menurut Goldman Sachs. 

‘’Kami sangat optimis dengan potensi bisnis emas ke depan bagi pertumbuhan BSI dan tentu saja benefit untuk masyarakat. Dan Insya Allah dengan inovasi layanan bisnis emas dari BSI, masyarakat tidak perlu mengantri saat bertransaksi,” katanya. 

Menurut Bob, pasca penetapan sebagai bank emas oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025 lalu, BSI terus memperkuat infrastruktur serta menyosialiasikan layanan bisnis emas kepada masyarakat. 

Adsense

Untuk itu, dalam kurun satu bulan setelah diluncurkan bisnis BSI Emas mengalami kenaikan yang cukup signifikan terdorong oleh tren harga yang berkilau dan kesiapan produk. 

“Sebagai instrumen investasi safe haven nasabah yang memiliki emas saat ini, telah mendapatkan benefit dari kenaikan harga emas,” ungkapnya.

Baca juga : Sambut Lebaran, KCIC Berikan Diskon Hingga 20 Persen

Bob mengatakan, cara paling ideal untuk masyarakat agar memiliki atau menambah emas adalah melalui cicil emas Bank BSI. 

Karena melalui produk cicil emas, nasabah melakukan akad pembiayaan pembelian emas dengan harga saat ini dan dicicil sesuai jangka waktu yang disepakati. 

Awal 2024 harga emas masih sekitar Rp 1 juta per gram dan saat ini sempat menyentuh Rp 1,89 juta per gram. 

“Mereka yang membeli emas lewat cicilan, sudah bisa menikmati kenaikan harga emasnya. Ibaratnya dengan cicil emas nasabah membeli emas pada masa depan dengan harga sekarang,” katanya. 

Di kesempatan yang sama, Direktur Distribution & Sales BSI Anton Sukarna membeberkan beberapa benefit produk emas oleh BSI. Yakni, produk emas yang dijual merupakan LM (Logam Mulia) Antam resmi dengan harga beli yang kompetitif (komparasi beli LM Antam fisik). 

Pembelian emas kapan saja, dimana saja dan bebas antre dengan menggunakan aplikasi Byond by BSI. 

Baca juga : Peduli Korban Banjir Bekasi, BNI Bagikan Sembako Hingga Alat Kebersihan

Sesuai aspek syariah, BSI menyediakan fisik emas terlebih dahulu dan hanya dapat menjual emas yang sudah dimiliki bank. 

“Bisa dijual kembali secara real time dan nominal penjualan langsung terkreditkan di rekening rupiah secara real time (setelah potong pajak ppn). Dan emas fisik milik nasabah disimpan di tempat yang aman oleh bank,” ucap Anton.

Anton juga menambahkan, kecenderungan peningkatan harga emas dapat menjadi salah satu solusi untuk rencana jangka panjang seperti Ibadah Haji. 

“Menyimpan dana haji di bank emas, bisa menjadi salah satu langkah mitigasi risiko yang dapat dilakukan ke depannya,” pungkas Anton.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense