Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Jaga Rupiah Dan Ekonomi, BI Tahan Suku Bunga Di Level 6 Persen
Rabu, 18 Desember 2024 15:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 6,00 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 17-18 Desember 2024. Suku bunga Deposit Facility tetap di angka 5,25 persen, dan Lending Facility sebesar 6,75 persen.
Gubernur BI, Perry Warjiyo menyampaikan, keputusan ini sejalan dengan upaya menjaga inflasi dalam target 2,5 persen plus minus 1 persen pada 2024-2025, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Kebijakan moneter BI fokus pada penguatan stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat arah kebijakan Amerika Serikat dan eskalasi ketegangan geopolitik,” ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Rabu (18/12/2024).
Baca juga : Tahun Depan, Ekonomi Diprediksi Tumbuh 5 Persen
Perry mengungkapkan, BI terus mencermati dinamika nilai tukar rupiah serta prospek inflasi untuk menentukan langkah kebijakan selanjutnya. Nilai tukar rupiah tercatat melemah 1,37 persen (ptp) pada Desember 2024 dibandingkan bulan sebelumnya.
Pelemahan ini dipengaruhi oleh ketidakpastian global, termasuk kebijakan Federal Reserve AS, penguatan dolar AS, dan risiko geopolitik yang mendorong investor global kembali mengalihkan portofolio mereka ke aset AS.
“Ke depan, stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga berkat dukungan kebijakan BI, prospek pertumbuhan ekonomi yang solid, serta inflasi yang terkendali,” jelas Perry.
Baca juga : Senin Pagi, Rupiah Dibuka Melemah Ke Level Rp 15.856
Selain fokus pada stabilitas rupiah, BI juga memperkuat kebijakan makroprudensial untuk mendorong pembiayaan sektor prioritas seperti UMKM dan ekonomi hijau. Strategi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) akan diperkuat mulai Januari 2025 dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Kebijakan ini bertujuan mendorong kredit perbankan ke sektor-sektor strategis, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja,” tambah Perry.
Dalam sistem pembayaran, BI berkomitmen meningkatkan keandalan infrastruktur dan memperluas digitalisasi, khususnya untuk mendukung perdagangan dan UMKM.
Baca juga : Menguat Lagi, Rupiah Dibuka Di Level Rp 15.851
BI juga akan mengoptimalkan seluruh instrumen moneter, termasuk strategi operasi moneter pro-market melalui instrumen seperti SRBI, SVBI, dan SUVBI. Tujuannya adalah menarik investasi portofolio asing guna memperkuat nilai tukar rupiah.
“Koordinasi kebijakan dengan pemerintah akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” tutup Perry.
Dengan langkah ini, BI menunjukkan komitmen untuk menjaga stabilitas makroekonomi di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya