Dark/Light Mode

Produksi Terganggu Akibat Cuaca Ekstrem

Pasokan Cabe Ke Jakarta Anjlok Hingga 56 Persen

Minggu, 12 Januari 2025 06:50 WIB
Pedagang menjual cabai rawit di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/25). (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Pedagang menjual cabai rawit di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/25). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Harga cabe di Jakarta masih terbilang tinggi. Penyebabnya, kekurangan pasokan akibat produksi cabe terganggu karena curah hujan deras dan angin kencang pada lahan pertanian.

Supri (49), salah seorang peda­gang cabe di Pasar Induk Kramat Jati mengatakan, fluktuasi harga cabe saat ini dipicu perayaan Imlek dan musim hujan.

“Pada Tahun Baru China atau Imlek, harga cabe bisa naik atau turun, tergantung dari cuaca dan ekonomi masyarakat,” kata Supri, Kamis (9/1/2025).

Untuk pasokan, Supri mengaku masih cukup aman. Setiap hari, sekitar 2,5 ton hingga 3 ton kiosnya dipasok cabe dari daerah Banyuwangi, Temanggung, Magelang, Jombang, Wonosobo, Boyolali dan sejumlah daerah lainnya di Jawa Tengah.

Baca juga : Arsenal Vs Manchester United, Misi Mempertahankan Juara

Dia mengungungkapkan, saat ini harga cabe rawit merah atau rawit setan turun dari Rp 90 ribu per kilogram menjadi Rp 80 ribu.

Untuk jenis cabe merah keriting saat ini masih stabil di kisaran Rp 45-50 ribu per kg. Kemudian cabe rawit hijau Rp 40 ribuan, sedangkan cabe rawit hijau kecil Rp 60 ribuan.

“Yang harganya turun hanya cabe rawit merah mulai hari ini, karena musim hujan,” imbuhnya.

Dia memperkirakan, harga semua jenis cabe akan mengalami penurunan saat musim panen raya nanti. Namun, karena saat ini musim hujan, produksi berkurang.

Baca juga : Laga Lanjutan NBA, Kings Sikat Juara Bertahan

Sementara, Rustinah (51), salah seorang pembeli dari Tanjung Priok, Jakarta Utara, berharap jelang Imlek ini harga cabe tetap stabil.

“Hari ini harga cabe mulai turun. Diharapkan ke depan akan terus turun, terutama jelang Imlek nanti,” harapnya.

Sementara, pasokan yang masuk ke Pasar Induk Kramat Jati, yakni untuk cabe merah keriting setiap hari sekitar 17 ton, cabe merah besar 6 ton, cabe rawit merah 13 ton dan cabe rawit hijau 6 ton.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati mengungkapkan, paso­kan cabe ke Jakarta anjlok hingga 56 persen dari kondisi normal.

Baca juga : RI Masuk BRICS Bukan Hasil Kerja Semalam

Menurut Eli, berbagai lang­kah strategis dilaksanakan, seperti menggelar program Pangan Murah Keliling yang menjual cabe di berbagai lokasi, seperti kantor instansi Pemprov Jakarta, rumah susun dan tempat strategis lainnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.