RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat pagi.
Berdasarkan data pasar, rupiah bertengger di posisi Rp 16.814 per dolar AS atau menguat 0,35 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya Rp 16.872 per dolar AS.
Baca juga : Rupiah Menguat Tipis Ke Level Rp 16.866 Per Dolar AS
Penguatan rupiah terjadi di tengah tekanan yang melanda mayoritas mata uang kawasan Asia. Yen Jepang tercatat melemah 0,23 persen, baht Thailand turun 0,05 persen, yuan China melemah 0,10 persen, dan won Korea Selatan terkoreksi 0,20 persen. Sementara itu, peso Filipina mencatat penguatan 0,29 persen, dan dolar Hong Kong menguat tipis 0,01 persen. Dolar Singapura turut terkoreksi 0,17 persen.
Tekanan juga terlihat pada mata uang utama negara-negara maju. Euro Eropa melemah 0,34 persen, poundsterling Inggris turun 0,26 persen, dan franc Swiss melemah 0,39 persen. Dolar Australia dan dolar Kanada masing-masing turut melemah sebesar 0,16 persen dan 0,12 persen.
Baca juga : Rupiah Melorot Ke Rp 16.864 Per Dolar AS
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai, penguatan rupiah terjadi di tengah sikap hati-hati investor terhadap ketidakpastian kebijakan perdagangan global, khususnya terkait potensi perubahan tarif. “Investor masih mencermati arah kebijakan ke depan, terutama dengan adanya inkonsistensi dari Trump,” ujarnya.
Ia memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.750 hingga Rp16.850 per dolar AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.