BREAKING NEWS
 

Beda Dengan IMF, Sri Mulyani Masih Pede Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 26 April 2025 08:00 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani melaporkan perkembangan negosiasi penurunan tarif impor dengan Amerika Serikat (AS), saat konferensi pers secara virtual, di Washington D.C, AS, Jumat (25/4/2025). (Foto: Dok. Kemenkeu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah panasnya perang tarif Amerika Serikat (AS) vs China, Menteri Keuangan Sri Mulyani tetap percaya diri alias pede eko­nomi Indonesia tahun ini akan tetap tumbuh 5 persen. Proyeksi Sri Mul ini beda dengan International Monetary Fund (IMF) yang mera­mal ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh 4,7 persen.

"Pertumbuhan ekonomi Indone­sia pada 2025 diperkirakan tetap akan mencapai sekitar 5 persen," kata Sri Mul saat konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang digelar secara virtual, Kamis (24/4/2025).

Menurut Sri Mul, Indonesia dapat mengendalikan dampak negatif ketidakpastian global dan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan, serta memelihara momentum pertumbuhan ekonomi. "Ke depan, ekonomi Indonesia akan berpeluang untuk terus tumbuh secara berkesinambungan," ujar Sri Mul. ­

Baca juga : Solo Diusulkan Jadi Daerah Istimewa, Istana Masih Pelajari

Dia juga menjelaskan terdapat be­berapa faktor yang membuat kondisi ekonomi Indonesia on the track. Misalnya, konsumsi rumah tangga tetap terjaga dengan baik karena Pemerintah ikut mendukungnya lewat berbagai skema bantuan.

"Ini meliputi pembayaran tunjangan hari raya (THR), belanja sosial, sampai berbagai insentif lain yang diberikan sepanjang kuartal I-2025," urai Ben­dahara Negara itu.

Selain itu, Sri Mul menyoroti ke­berlanjutan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) di berbagai wilayah. Kemudian, peningkatan konstruksi properti swasta yang ia yakini bisa mengerek kinerja investasi.

Baca juga : Satriwan Salim: Kami Apresiasi Hal Ini, Semoga Cepat Direalisasi

"Investasi swasta masih baik didu­kung oleh keyakinan produsen, terlihat pada aktivitas manufaktur Indonesia yang masih pada zona ekspansif," bebernya.

Di lain sisi, Sri Mul menegaskan, Indonesia juga aktif menjajaki per­luasan pasar ekspor produk unggulan. Tujuannya adalah ASEAN Plus Three (APT); blok ekonomi Brazil, Rusia, India, China, South Africa (BRICS); sampai negara-negara Eropa.

"Sementara itu, dilihat dari kinerja ekspor diperkirakan juga tetap baik didukung oleh ekspor non-migas yang meningkat pada Maret 2025, terutama komoditas crude palm oil (CPO), besi dan baja, serta mesin dan peralatan elektrik," jelas Sri Mul.

Adsense

Baca juga : Lalu Hadrian Irfani: Lagi Dihitung, Disesuaikan Sama Kesiapan Anggaran

Senada dikatakan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Menu­rutnya, pertumbuhan ekonomi Indone­sia pada triwulan I-2025 tetap terjaga meskipun dihadapkan pada tekanan ketidakpastian global yang meningkat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense