Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Warga Mengular Di Balaikota Karena Misinformasi
Pelamar Harusnya Datang Ke Kecamatan Dan Kelurahan
Sabtu, 26 April 2025 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ratusan orang menyerbu Balai Kota DKI Jakarta untuk melamar lowongan kerja (loker) menjadi petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Antrean warga mengular dikarenakan miskomunikasi. Karena proses melamar loker itu dilakukan di kelurahan, bukan di kantor gubernur.
Balai Kota Jakarta di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, diserbu para pencari kerja pada Rabu (23/4/2025).
Berdasarkan pengamatan Rakyat Merdeka, Antrean orang-orang yang ingin menyerahkan berkas lamaran kerja itu, mengular hingga ke luar gerbang Balai Kota sejak pagi.
Baca juga : Final Copa Del Rey: Barcelona Vs Real Madrid, Perang Gengsi Di El Clasico
Para pencari kerja ini, antara lain datang berdasarkan pesan berantai WhatsApp (WA) tentang mekanisme pendaftaran untuk menjadi petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Tata Air, Pertamanan dan lain-lain.
Dalam pesan berantai itu disebutkan, mengirim berkas lamaran ke Balai Kota. Pesan itu beredar, setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana merekrut petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).
Sumira, salah seorang pelamar, mengaku mendapat informasi pendaftaran PJLP di Balai Kota dari grup WA Rukun Tetangga (RT). Karena itu, Warga Jakarta Barat ini, datang ke Balai Kota.
Baca juga : Sikat Alex Eala Di Madrid Open 2025, Swiatek Sukses Balas Dendam
Meski sempat ragu karena ada isu penipuan, Sumira tetap datang dengan membawa berbagai dokumen sebagai syarat melamar kerja. Seperti, fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), ijazah, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), hasil tes narkoba, surat kesehatan dan pas foto yang disebutkan dalam grup RT itu.
Diserbunya Balai Kota oleh para pelamar kerja, jadi sorotan Anggota DPRD DKI William Aditya Sarana. Menurutnya, kejadian ini menunjukkan bahwa Pemprov DKI harus gesit dalam melakukan sosialisasi. Apalagi, mengenai informasi yang sangat dibutuhkan warga, seperti rekrutmen PJLP.
“Apabila memang sudah ada tata caranya, maka hal itu harus disampaikan kepada masyarakat agar memberikan kepastian,” kata William kepada Rakyat Merdeka, Rabu (23/4/2025).
Baca juga : Hari Pertama Persemayaman Paus, 48.000 Orang Padati Basilika Santo Petrus
Apalagi, lanjut dia, saat ini banyak orang mencari pekerjaan, imbas gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan perekonomian yang kurang baik. Sehingga, warga sangat antusias untuk mencari pekerjaan.
Karena itu, saran William, Pemprov DKI sebagai penyelenggara lowongan kerja, harus memberikan informasi selengkap-lengkapnya dan sejelas-jelasnya kepada masyarakat. “Supaya, warga Jakarta tahu mekanismenya bagaimana,” saran William.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya