RM.id Rakyat Merdeka - Paviliun Indonesia di ajang World Expo 2025 Osaka menjadi panggung strategis bagi penguatan kemitraan Indonesia–Jepang. Khususnya dalam mendorong investasi hijau dan hilirisasi industri.
Pada 12 Mei 2025, forum bisnis ini diselenggarakan untuk membuka peluang kerja sama antara pelaku usaha, pemangku kebijakan dan mitra internasional dari Jepang.
Dalam forum tersebut, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung transformasi ekonomi yang tangguh dan ramah lingkungan.
“BI mendukung pengembangan ekosistem keuangan hijau dan sistem pembayaran inklusif. Termasuk pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kami percaya stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan yang kuat merupakan fondasi penting bagi keberhasilan transformasi struktural,” ujar Destry dalam keterangan resmi, Rabu (14/5/2025).
Baca juga : Tissa Biani Nabung Buat Modal Nikah
Forum bisnis yang dihadiri lebih dari 70 peserta dari berbagai sektor strategis ini, juga menjadi ajang untuk mempromosikan 10 proyek unggulan di Indonesia.
Destry menyoroti pentingnya sinergi dalam kerangka kerja sama pembiayaan hijau (green financing), ekonomi digital (digital economy) dan transaksi mata uang lokal (Local Currency Transaction atau LCT), yang terus diperkuat bersama mitra Jepang.
Duta Besar Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi mengatakan, forum ini mencerminkan penguatan kemitraan strategis komprehensif antara Indonesia dan Jepang.
“Ini adalah bentuk konkret dari pendalaman kerja sama di berbagai sektor. Khususnya ekonomi hijau dan hilirisasi industri,” ujar Heri.
Baca juga : TNI Diminta Transparan Soal Ledakan Amunisi
Sebagai wujud komitmen dalam mendorong investasi berkelanjutan, forum ini juga menghasilkan penandatanganan Letter of Intent (LoI) oleh sejumlah investor Jepang. Penandatanganan tersebut mencakup empat proyek strategis.
Pertama, proyek pengembangan Bogor Tramway oleh Kishu Tetsudo Co., Ltd. Kedua, pembangkit Listrik Tenaga Surya Apung oleh TEPCO Renewable Power Inc, Morimitsu Industry Co., Ltd dan ExBROAD Co. Ltd.
Ketiga, proyek budidaya bandeng terintegrasi oleh Make Moment Production. Keempat, pengelolaan limbah dan produksi bahan bakar RDF oleh Takashima Eisei Co., Ltd.
Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Imam Soejoedi menegaskan, Indonesia terus berkomitmen pada hilirisasi industri dan pembangunan ekonomi berbasis sumber daya alam secara berkelanjutan.
Baca juga : Jemaah Haji Khusus Tiba di Madinah, Bayarnya Rp 250 Juta, Waktu Tunggu 6 Tahun
“Kami mendorong mitra strategis Jepang untuk terlibat dalam transformasi ini. Khususnya di sektor energi baru terbarukan, pengolahan mineral dan pengembangan kawasan industri hijau,” ujarnya.
Forum ini ditutup dengan diskusi panel bertajuk Driving Sustainable Investments: Opportunities and Challenges in Indonesia, yang membahas strategi kebijakan investasi hijau, implementasi transaksi mata uang lokal (LCT) serta peluang strategis di pasar Indonesia.
Tingginya minat investor Jepang tercermin dari antusiasme dalam sesi business matching sebanyak 35 calon investor bertemu langsung dengan 10 pemilik proyek.
Pertemuan ini membuka peluang untuk ditindaklanjuti dalam upaya menarik investasi asing yang berkualitas ke Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.