BREAKING NEWS
 

PHE Catatkan Debut Sukses di Pasar Modal Internasional

Reporter & Editor :
FAZRY
Jumat, 16 Mei 2025 19:55 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di sektor hulu minyak dan gas bumi, sukses mencatatkan debut di pasar modal internasional dengan menerbitkan obligasi global senilai 1 miliar dolar AS.

Obligasi ini memiliki tenor 5 tahun dan diterbitkan dalam skema Reg S / 144A.

Penerbitan ini tercatat sebagai yang terbesar oleh korporasi Indonesia sejak tahun 2022.

Obligasi ditawarkan pada nilai par dengan tingkat kupon sebesar 5,25 persen, serta memperoleh peringkat investasi dari dua lembaga pemeringkat global terkemuka, yakni Baa2 dari Moody’s Investors Service dan BBB dari Fitch Ratings.

Dana yang dihimpun akan digunakan untuk keperluan umum perusahaan, termasuk pelunasan utang jatuh tempo dan penguatan belanja modal (capital expenditure/capex).

Baca juga : Indonesia Tegaskan Dukungan Tak Terbatas bagi Palestina dalam Konferensi PUIC

Usai meluncurkan Program Global Medium-Term Note (GMTN) pada awal Mei 2025, PHE menggelar rangkaian pertemuan intensif dengan investor (investor meetings) secara virtual.

Lebih dari 100 investor dari Asia, Amerika, dan Eropa turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Para investor menunjukkan perhatian besar terhadap strategi dan komitmen PHE dalam aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).

Adsense

Direktur Keuangan dan Investasi PHE Dannif Danusaputro, menyampaikan bahwa komitmen terhadap ESG merupakan bagian penting dari strategi keberlanjutan perusahaan.

 “Kami berkomitmen menjalankan operasi yang bertanggung jawab dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik (ESG), sejalan dengan tujuan kami menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Dannif.

Baca juga : PERURI Dukung UMKM Tembus Pasar Dunia Lewat Borobudur International Bike Week 2025

Dannif juga mengapresiasi tingginya minat pasar atas penerbitan ini.

 “Respons positif dari investor global mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental keuangan dan operasional PHE, serta peran strategis kami dalam mendukung ketahanan energi nasional,” tambahnya.

Penerbitan obligasi perdana dalam kerangka GMTN ini mendapat sambutan luar biasa dengan jumlah permintaan mencapai lebih dari 2,4 miliar dolar AS—sekitar 2,4 kali lipat dari nilai yang ditawarkan (oversubscribed).

Obligasi diserap oleh 142 investor institusi global dengan distribusi geografis sebagai berikut: 43 persen investor Asia, 30 persen investor Amerika Serikat, dan 27 persen dari kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA).

Berdasarkan jenis investor, alokasinya terdiri dari 78 persen manajer aset, 10 persen perusahaan asuransi dan dana pensiun.

Baca juga : Calista Beatrice Torehkan Sejarah pada Ajang Dog Show Internasional 2025

5 persen lembaga negara seperti bank sentral atau sovereign wealth fund, 4 persen bank, dan 3 persen lainnya.

Obligasi ini dijadwalkan akan diselesaikan pada 21 Mei 2025 dan akan dicatatkan di Bursa Efek Singapura (Singapore Stock Exchange/SGX).

Dalam transaksi ini, Citigroup, Deutsche Bank, HSBC, Mandiri Securities, dan MUFG bertindak sebagai Joint Bookrunners.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense