BREAKING NEWS
 

Laporan Mastercard Small Business Barometer 2025: Layanan Dukungan Bisnis UMK Berkelanjutan

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Jumat, 16 Mei 2025 20:04 WIB
Mastercard Small Business Barometer Report: mendorong para pemilik UMK untuk menjajaki dan menerapkan praktik-praktik bisnis berkelanjutan. (Foto: Dok. Mastercard)

RM.id  Rakyat Merdeka - Laporan Mastercard Small Business Barometer 2025 menyebut, banyak Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Indonesia memiliki ambisi besar, hampir 50 persen berkeinginan untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan memperbesar basis pelanggan mereka.

Laporan tersebut diterbitkan Mastercard Center for Inclusive Growth bekerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Mercy Corps Indonesia, dan 60 Decibels. 

Country Manager, Indonesia, Mastercard Aileen Goh mengatakan, beberapa temuan lainnya dalam laporan tersebut adalah, layanan dukungan bisnis. 

Mulai dari keterampilan digital marketing hingga jaringan mitra usaha serta tools digitalisasi, dapat meningkatkan kinerja bisnis. Lalu, Pemerintah dan jaringan komunitas pelaku usaha merupakan aspek penting dalam mendukung UMK.

“Hal ini menjadi kunci untuk mengurangi kesenjangan antar daerah serta memastikan pertumbuhan yang merata di seluruh negeri,” kata Goh dalam keterangan resmi, Jumat (16/5/2025). 

Baca juga : Menko PM Dorong Pemberdayaan Desa Wisata Secara Berkelanjutan

Selanjutnya, UMK menghadapi tantangan dalam mengadopsi praktik usaha berkelanjutan, terutama karena tingginya biaya yang diperlukan. 

Di tahun kedua ini, laporan Mastercard Small Business Barometer memperluas penelitiannya dengan mencakup bagaimana UMK dapat mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang dalam mengadopsi praktik usaha yang berkelanjutan. 

Banyak pemilik UMK di Indonesia yang menghadapi kendala finansial dan keterbatasan akses informasi yang membuat upaya keberlanjutan terasa jauh dari jangkauan, meskipun ada tekanan untuk beradaptasi. 

Namun, meningkatnya permintaan konsumen akan produk-produk berkelanjutan, inisiatif-inisiatif pemerintah yang mendukung dan insentif, seperti ketahanan yang lebih baik dan stabilitas jangka panjang, mendorong para pemilik UMK untuk menjajaki dan menerapkan praktik-praktik bisnis berkelanjutan.

Adsense

Goh mengatakan, terlepas dari berbagai rintangan yang dihadapi oleh para pelaku usaha mikro dan kecil, banyak dari mereka yang ingin menumbuhkan bisnisnya dan memperluas jangkauan mereka. 

Baca juga : Rampungkan Smelter Baru, Harita Nickel Fokus Efisiensi Berkelanjutan

“Untuk itu, dukungan dan solusi yang tepat akan sangat membantu mereka untuk pencapaian tujuan bisnis mereka,” ujarnya. 

Pada saat yang sama, studi ini mengungkap kesenjangan di seluruh wilayah dalam hal ketersediaan dukungan dan peluang, menyoroti perlunya intervensi yang ditargetkan agar bisnis di pusat non-perkotaan juga dapat bertumbuh dan berkembang. 

Dia menekankan, inilah tujuan utama dari Mastercard Small Business Barometer Report: untuk memberikan wawasan mengenai apa yang benar-benar penting bagi usaha mikro dan kecil sebagai tulang punggung perekonomian nasional, agar program dan produk yang Mastercard luncurkan dapat lebih bermakna, relevan dan berdampak bagi mereka. 

“Bersama dengan para organisasi yang memiliki visi yang sama, Mastercard berkomitmen untuk memperkuat ekosistem usaha kecil dan mendorong dampak yang lebih besar dan transformatif bagi para pelaku usaha kecil di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) Bidang Ketenagakerjaan dan Kependudukan Maliki menyadari, pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan pendekatan lintas sektor, lintas pelaku, dan kolaboratif. 

Baca juga : Ini Tips Nawakara Jaga Keamanan Terintegrasi Dukung Bisnis Berkelanjutan

Mastercard Small Business Barometer Report kali ini memberikan dasar bukti yang kuat untuk merumuskan kebijakan publik berbasis data.

“Bagi kami di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), laporan ini akan menjadi sumber penting untuk memperkuat sinergi pembangunan lintas program dan mendorong desain intervensi yang tepat sasaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Mercy Corps Indonesia Ade Soekadis mengatakan, laporan ini memperkuat apa yang diamati secara langsung. Bahwa UMK yang menerima dukungan khusus, seperti pendampingan bisnis dan pelatihan keuangan, lebih mungkin untuk tumbuh, tetap tangguh, dan berekspansi.Namun, sebagian besar UMK masih kekurangan akses ke sumber daya penting ini.

“Melalui Strive, Mercy Corps Indonesia berupaya memperkuat ekosistem dengan menjembatani kesenjangan melalui kolaborasi dengan pemerintah dan tokoh masyarakat, serta mendukung pelaku usaha untuk mengatasi hambatan struktural, terutama di daerah perdesaan," tutur Ade.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense