Dark/Light Mode

Gelar Indonesia Crypto Outlook 2025, CEO Tokocrypto Targetkan Pertumbuhan Berkelanjutan

Sabtu, 8 Februari 2025 11:02 WIB
Tokocrypto memastikan, pihaknya akan terus menguatkan komitmen perusahaan untuk berinovasi dan menghadirkan layanan terbaik bagi para penggunanya. (Foto: Dok. Tokocrypto)
Tokocrypto memastikan, pihaknya akan terus menguatkan komitmen perusahaan untuk berinovasi dan menghadirkan layanan terbaik bagi para penggunanya. (Foto: Dok. Tokocrypto)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tokocrypto, platform perdagangan aset kripto di Indonesia, mencatatkan nilai transaksi naik signifikan mencapai tiga kali lipat di sepanjang tahun 2024. 

Chief Executive Officer (CEO) Tokocrypto Calvin Kizana memastikan, pihaknya akan terus menguatkan komitmen perusahaan untuk berinovasi dan menghadirkan layanan terbaik bagi para penggunanya.

Terlebih, dengan latar belakangnya yang kuat di dunia teknologi dan startup, ia optimistis dapat membawa Tokocrypto ke level berikutnya, memperluas ekosistem Web3, serta mempercepat pertumbuhan perusahaan dan industri aset digital secara keseluruhan.

"Industri aset kripto terus berkembang dan memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang yang signifikan. Tokocrypto telah membuktikan diri, sebagai salah satu exchange terdepan di Indonesia yang berhasil meraih profitabilitas," ujar Calvin, dalam acara Indonesia Crypto Outlook (ICO) 2025, di Ganara Art FX Sudirman, Jakarta, Jumat (7/2/2025). 

Calvin menambahkan, sebagai CEO yang baru saja ditunjuk, dirinya memiliki fokus utama dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan dengan strategi bisnis yang matang. 

"Tahun 2024, Tokocrypto mencatatkan peningkatan nilai transaksi yang signifikan, mencapai tiga kali lipat dengan lebih dari 4 juta pengguna. Tahun ini, targetnya akan naik lebih dari capaian tahun lalu," ujar Calvin.

Saat ini, Tokocrypto menyediakan akses ke lebih dari 380 jenis token dan koin, dengan berbagai fitur unggulan seperti Staking, DCA, Beli/Jual, Passkey, TKO Megadrop dan masih banyak lagi. 

Bahkan, untuk mendukung inovasi, Tokocrypto menjalin kolaborasi strategis dengan blu by BCA Digital, bank digital modern yang menghadirkan berbagai kemudahan layanan perbankan. 

Baca juga : Meet The CEO 2025: PNM Perkuat Sinergi Wujudkan Pertumbuhan Berkelanjutan

Ia meyakini, kolaborasi ini semakin memperkuat hubungan kedua perusahaan dalam menghadirkan solusi finansial yang lebih praktis dan aman bagi pengguna. 

Ke depan, Tokocrypto akan terus menghadirkan inovasi, memperluas fitur, serta menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat ekosistem investasi aset kripto. 

Yakni, dengan memanfaatkan teknologi canggih dan kemitraan dengan berbagai sektor, seperti perbankan, e-commerce, F&B, e-commerce, wellness atau healtcare.

"Kami akan memberikan pengalaman investasi yang lebih aman, praktis dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Sekaligus aktif mendukung literasi keuangan digital di Indonesia, membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk memahami dan memanfaatkan potensi aset kripto secara bijak," sambungnya. 

Di kesempatan yang sama, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan, ajang tahunan ICO 2025 diharapkan menjadi wadah diskusi dan kolaborasi bagi para pemangku kepentingan di industri aset kripto. 

Irene menambahkan, industri aset kripto juga berperan penting dalam mendorong inovasi dan menciptakan ekosistem yang lebih sehat dan berkelanjutan di Indonesia. 

“Acara ini merupakan langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan inovasi di sektor aset digital dan blockchain," kata Irene

Untuk itu, Pemerintah hadir dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan inovasi di sektor aset digital dan blockchain, melalui berbagai inisiatif dan regulasi yang mendukung perkembangan ekosistem ini. 

Baca juga : Perkuat ESG, BNI Genjot Pertumbuhan Pembiayaan Berkelanjutan

Mengingat, berdasarkan data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) tahun 2024, tercatat sebanyak 22,91 juta investor aset kripto di Indonesia. 

Jumlah ini, kata Irene mengalami peningkatan sebesar 23,77 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Nilai transaksi aset kripto juga melonjak tajam hingga mencapai Rp 650,61 triliun, atau naik sebesar 335,91 persen secara year-on-year  (yoy) dari tahun 2023 yang hanya sebesar Rp 149,25 triliun," ucapnya

Hal ini menandakan, industri aset kripto di Indonesia masih memiliki potensi ekonomi yang sangat kuat. 

Senada dengan Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya, bahwa langkah Bappebti merefleksikan komitmen Pemerintah Indonesia dalam mengintegrasikan inovasi aset digital dengan tatanan regulasi yang kokoh. 

Tujuannya, sambung dia, tidak hanya untuk menciptakan lingkungan perdagangan yang aman dan terpercaya, tetapi juga untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi. 

"Indonesia memiliki potensi besar dalam ekosistem aset digital. Perdagangan aset kripto dapat menjadi salah satu strategi Pemerintah untuk mempercepat, menciptakan dan mendorong upaya pengembangan ekonomi digital Indonesia," kata Tirta. 

Sementara itu, Kepala Departemen Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dino Milano Siregar menyampaikan, pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan dan penguatan penyelenggaraan perdagangan Aset Keuangan Digital, dengan tetap menjaga stabilitas di sektor keuangan dan pelindungan konsumen. 

Baca juga : Tok! Indonesia Pulangkan Terpidana Mati Serge Atlaoui Ke Prancis

“Kami akan terus memperkuat ekosistem kripto pascatransisi, melalui kolaborasi yang mendorong inovasi berkelanjutan, penguatan regulasi yang adaptif," ujar Dino.

Termasuk, meningkatkan literasi dan perlindungan bagi investor guna menciptakan lingkungan investasi yang lebih aman dan transparan. 

Dalam riset Indonesia Crypto and Web3 Industry Report 2024 yang dilakukan oleh Asosiasi Blockchain dan Pedagang Aset Kripto Indonesia (ABI-Aspakrindo) bersama ICN-Coinvestasi menyoroti, Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan signifikan, naik ke posisi ketiga dalam indeks adopsi global pada 2024 dan memposisikannya sebagai negara terdepan di Asia Tenggara, diikuti Vietnam di posisi kelima dan Filipina di posisi kedelapan. 

Saat ini, investor kripto di Indonesia datang dari berbagai wilayah di Indonesia. 

Adapun, menurut survei Coinvestasi pada Desember 2024, sekitar 83 persen dari total investor kripto berasal dari wilayah Jawa dan Bali, dengan Jawa Barat menjadi provinsi dengan konsentrasi tertinggi mencapai 24,6 persen. Sementara yang lainnya berasal dari provinsi lainnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.