Dark/Light Mode

Lewat Program Biokonversi Maggot, Garudafood Dukung Pengolahan Sampah Berkelanjutan

Jumat, 21 Februari 2025 20:57 WIB
Garudafood menggelar pogram pengolahan sampah dengan biokonversi maggot kepada warga Depok, Jumat (21/2/2025). (Foto: Garudafood)
Garudafood menggelar pogram pengolahan sampah dengan biokonversi maggot kepada warga Depok, Jumat (21/2/2025). (Foto: Garudafood)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) kembali menjalankan komitmennya terhadap pengolahan sampah berkelanjutan. 

Kali ini, Garudafood memberikan dukungan kepada masyarakat Depok melalui program pengolahan sampah dengan biokonversi maggot. 

Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi timbunan sampah rumah tangga organik, tetapi juga mendorong ekonomi sirkular bagi masyarakat setempat. 

Head of Corporate Communication & External Relations Garudafood, Dian Astriana mengatakan, bahwa kontribusi dan kerja sama dari berbagai pihak seperti pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat diperlukan.

Garudafood melalui program pengolahan sampah dengan biokonversi maggot, telah berupaya memberikan edukasi mengenai pengolahan sampah rumah tangga kepada masyarakat dan akses ke pihak off-taker, sehingga dapat menjadi sumber alternatif pendapatan masyarakat.

Baca juga : Lestari Moerdijat: Kolaborasi Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan, HAM Dan Demokrasi

“Kami melihat potensi besar dalam biokonversi maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Dian dalam keterangannya, Jumat (21/2/2025).

Dian menambahkan, melalui edukasi dan dukungan teknis, kami berharap masyarakat dapat mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

Tahun lalu, menurut Dian melalui program ini, Garudafood berhasil mengajak masyarakat Jatijajar Depok untuk mengolah sampah organik rumah tangga sekitar 35-ton dan menghasilkan 3-ton maggot.

Lebih lanjut, Dian mengatakan bahwa permasalahan sampah organik dapat diatasi dengan menerapkan prinsip ekonomi sirkular, salah satunya melalui pengolahan sampah menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF).

“Larva ini mampu mengurai sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi pertanian, serta memiliki nilai ekonomis tinggi karena dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan berkat kandungan proteinnya yang melimpah,” ujar Dian. 

Baca juga : Pemprov Jakarta Didorong Tarik Retribusi Ke Warga Untuk Kelola Sampah

Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional pada 21 Februari 2025, Garudafood meluncurkan program pengolahan sampah organik dengan biokonversi maggot yang mengadopsi pendekatan pengolahan sampah berbasis masyarakat. 

Program ini diikuti 30 peserta dari 6 kelurahan di Kota Depok dan diresmikan secara langsung oleh Lurah Jatijajar, Mujahidin.

“Kami menyambut baik program budi daya maggot inisiasi dari Garudafood. Budi daya maggot BSF ini sangat potensial, modalnya hanya kemauan untuk belajar. Saya harap warga-warga yang lain juga tertarik dan bersemangat untuk mengikuti program ini,” tutur Mujahidin. 

Menurut Mujahidin, budi daya maggot ini juga sejalan dengan Program Kampung Iklim (Proklim) yang merupakan program pemerintah pusat dalam rangka mengantisipasi dan mengadaptasi perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca.

Hingga saat ini, Garudafood telah memberikan dukungan dalam bentuk media budi daya maggot, bibit maggot, dan pendampingan intensif. Program biokonversi maggot yang digagas oleh Garudafood menjadi solusi inovatif dalam pengolahan sampah organik rumah tangga.

Baca juga : Akademisi Bedah Teori Denny JA Tentang Agama Dan Pembangunan Berkelanjutan

Lebih dari itu, potensi diversifikasi produk turunan maggot juga sangat beragam dan menjanjikan nilai ekonomi yang tinggi, antara lain dapat diolah menjadi pakan ternak, pupuk kasgot untuk perkebunan, lilin aromaterapi (berbahan dasar minyak maggot), dan maggot kering untuk pakan ikan hias. 

Penggunaan maggot sebagai alternatif pakan terbukti mampu menghemat biaya pakan hingga 50 persen. 

Selain itu, maggot juga diketahui dapat meningkatkan kecerahan warna ikan hias dan mempercepat pertumbuhan ikan lele.

Tidak hanya bermanfaat bagi sektor perikanan, maggot yang diolah menjadi pupuk juga mampu memperbaiki kualitas daun tanaman. 

Dengan berbagai manfaat yang dimilikinya, maggot memberikan nilai tambah yang signifikan bagi masyarakat yang terlibat dalam program pengembangannya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.