RM.id Rakyat Merdeka - Langkah holding Industri Pertambangan Indonesia atau Mind ID memperkuat sistem keamanan siber, sudah tepat dan harus terus dilakukan. Sebab, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu bergerak di ranah bisnis strategis yang menjadi salah satu sasaran utama serangan siber global.
Dalam memperkuat sistem keamanan siber, Mind ID menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Dengan kerja sama ini, Mind ID berharap bisa melindungi aset penting negara.
Direktur Ekonomi Digital dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda mengatakan, di era digital saat ini, data perusahaan bukan sekadar angka. Sehingga sangat diperlukan untuk menerapkan sistem keamanan yang mumpuni dalam melindungi data tersebut.
“Semua data perusahaan merupakan aset penting. Arah kebijakan perusahaan akan lebih baik, jika didasarkan pada data perusahaan,” tegas Nailul kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Terlebih, sambung Nailul, Mind ID bergerak di sektor pertambangan, sehingga data yang dimiliki pun semakin vital, mulai dari data terkait cadangan mineral, produksi, sampai distribusi.
“Semuanya harus dijaga ketat. Apalagi kalau udah berbicara sumber daya strategis nasional. (Jika) gampang bocor, bisa jadi rebutan banyak pihak,” warning-nya.
Karena itu penerapan sistem keamanan harus baik dan dibangun dari data yang kuat.
Baca juga : Normalisasi Ciliwung Bisa Kurangi Banjir 40 Persen
“Keamanan siber wajib hukumnya. Jangan sampai, data tambangnya diobok-obok hacker,” sambungnya.
Terpisah, Direktur Utama Mind ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan, pihaknya memiliki tanggung jawab menjaga cadangan mineral dan batubara. Serta kelangsungan proyek-proyek strategis yang menjadi tulang punggung hilirisasi dan industrialisasi nasional.
Oleh karena itu, perseroan menerapkan sistem keamanan yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik. Tetapi juga digital yang penjagaannya semakin kompleks mengikuti perkembangan teknologi terkini.
Hal ini merupakan bagian dari tata kelola perusahaan, dan upaya dalam menjaga operasional berkelanjutan.
Sebab, imbuh Maroef, keamanan siber bukan lagi isu teknis semata, melainkan bagian integral dari tata kelola korporasi dan ketahanan industri.
“Karena itu sistem ini akan terus kami perkuat,” tandas Maroef di Jakarta, Jumat (16/5/2025).
Maroef menyampaikan, sebagai bagian dari pendekatan strategis, pihaknya secara konsisten memperkuat tiga elemen utama dalam pengamanan siber, yaitu people, process dan technology.
Baca juga : Prabowo Mulai Genjot Swasembada Energi
Menurut Maroef, sistem keamanan siber dijalankan secara terintegrasi dengan melibatkan seluruh anggota grup. Ini agar setiap entitas dapat saling berbagi informasi, meningkatkan deteksi dini dan membentuk respon kolektif terhadap berbagai potensi ancaman.
Dengan upaya ini, pihaknya berharap dapat menjaga kekayaan sumber daya alam dan proyek strategis nasional.
“Serta menjadi kontributor utama dalam memperkuat kedaulatan negara,” kata Maroef.
Di kesempatan yang sama, Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi mengapresiasi langkah proaktif Mind ID yang telah menjalin kerja sama dengan BSSN sejak 2022.
Ia menekankan, keamanan siber adalah sebuah sistem yang tidak dapat dibangun secara terpisah, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor.
Apalagi industri pertambangan mineral batubara merupakan salah satu pilar penting dalam struktur ekonomi nasional.
“Sektor ini menjadi target utama pelaku serangan siber global, sehingga butuh persiapan yang matang dan kolaborasi berkelanjutan dari seluruh pihak,” ungkap Nugroho.
Baca juga : Kisah Jemaah Muda Gantikan Orang Tua: Perasaan Campur Aduk, Gembira Sekaligus Sedih
Dia menyebut, pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber oleh Mind ID merupakan langkah strategis yang patut dicontoh oleh korporasi lain di sektor vital nasional.
“Keamanan siber di lingkungan Mind ID sangat krusial bagi ketahanan nasional. Kami berharap, inisiatif ini terus dikembangkan secara berkelanjutan,” tegas Nugroho.
Sepanjang periode Januari 2020 hingga April 2025, BSSN mencatat lebih dari 4,6 miliar aktivitas anomali trafik di Indonesia.
Aktivitas tersebut meliputi malware, information leak, unauthorized access, system misconfiguration, hingga denial of service dan web application attack.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.