BREAKING NEWS
 

Tangkal Kampanye Negatif, Industri Nikel Sepakat Bentuk Standar Global

Reporter & Editor :
FAZRY
Selasa, 20 Mei 2025 11:04 WIB
Area operasional Pulau Obi PT TBP. (Dok. PT TBP)

 Sebelumnya 
Dia juga menambahkan bahwa investasi di sektor nikel saat ini dijaga secara kolektif sebagai bagian dari agenda besar bangsa.

Dengan hilirisasi, nilai tambah dari komoditas tidak langsung diekspor ke luar negeri, melainkan menjadi penggerak ekonomi domestik.

“Bangsa kita tidak akan mundur dari agenda hilirisasi. Ini adalah jalan menuju kedaulatan, kemandirian, dan kemajuan. Kita telah berhasil meningkatkan produksi beras, dan dalam waktu dekat akan mencapai kedaulatan pangan. Impor beras dari Thailand terus menurun. Untuk nikel, tekanan dari luar tidak akan menghentikan langkah kita,” tegasnya.

Baca juga : Wamen Faisol Riza: Industri Kopi Nasional Naik Kelas, Siap Kuasai Pasar Global

Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association (IMA) Hendra Sinadia menambahkan, tantangan utama saat ini adalah citra industri pertambangan yang masih tercoreng oleh keberadaan perusahaan yang tidak patuh.

Akibatnya, perusahaan yang taat dan memiliki visi jangka panjang pun ikut terdampak.

“Penegakan hukum dan pengawasan oleh pemerintah harus berjalan. Kalau penambangnya besar dan profesional, biasanya mereka pasti patuh,” ujarnya.

Baca juga : Perbaiki Tata Kelola Geopark Danau Toba

Menurut Hendra, kampanye negatif dari organisasi non-pemerintah (NGO) terhadap hilirisasi nikel kerap menyamaratakan seluruh industri.

“Padahal ada perusahaan yang kelas dunia, seperti Harita Nickel dan Vale Indonesia, yang operasionalnya sangat baik,” kata dia.

Melihat situasi ini, IMA berencana menyusun kebijakan yang memberikan penghargaan kepada perusahaan yang patuh terhadap standar produksi, lingkungan, dan sosial.

Baca juga : Hamas Bebaskan Sandera Amerika

Reward itu penting agar pelaku industri termotivasi menjalankan bisnis sesuai aturan. Bisa dalam bentuk kemudahan perizinan. Saat ini antara perusahaan patuh dan tidak patuh perlakuannya sama, misalnya dalam antrean persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB),” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense