Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VII DPR Bane Raja Manalu mengingatkan pemerintah bahwa status Geopark Kaldera Toba terancam dicabut dari UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) Global Geopark.
Hal itu bakal terjadi bila Pemerintah tidak memperbaiki tata kelola kawasan geopark Danau Toba sesuai rekomendasi UNESCO.
Pada September 2023, UNESCO telah mengingatkan Pemerintah Indonesia dan memberikan waktu dua tahun untuk memperbaiki tata kelola geopark atau taman bumi Danau Toba.
Baca juga : Merger GoTo-Grab Berpotensi Munculkan Monopoli Pasar
“Jangan sampai status Toba di UNESCO Global Geopark dicabut. Nanti menyesal,” kata Bane dalam keterangan persnya, Selasa (13/5/2025).
Menurut Bane, pemerintah perlu mengedukasi masyarakat akan pentingnya pengelolaan kawasan taman bumi Danau Toba sebagai magnet pariwisata.
“Status geopark bukan label yang otomatis membuat Danau Toba jadi destinasi unggulan. Label geopark juga bukan tujuan akhir, melainkan harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Baca juga : Ekraf Dongkrak Daya Saing Di Pasar Global
Selain itu, pengelolaan taman bumi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) perlu dikaji ulang.
“Dengan banyaknya tugas Kementerian ESDM, ada kekhawatiran pengelolaan geopark menjadi tidak diutamakan. Padahal, ini hal penting karena mendapat status geopark dari UNESCO juga tidak mudah,” sebut Bane.
Politisi PDI Perjuangan itu menekankan, keseriusan Pemerintah Daerah (Pemda) diperlukan dengan tidak mengganti kepala dinas maupun kebijakan yang terkait pengelolaan Geopark Kaldera Toba. Apalagi tim asesor dari UNESCO akan menilai ulang Geopark Kaldera Toba pada Juni 2025.
Baca juga : Awas, Pelamar Kerja Serbu Balai Kota Lagi
“Semoga dalam sisa waktu satu-dua bulan ke depan pengelolaan Danau Toba bisa menunjukkan tren positif, dan UNESCO tidak mencabut keanggotaan Geopark Kaldera Toba dari UNESCO Global Geopark,” tandasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya