Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Jelang Kunjungan Trump Ke Negara Teluk
Hamas Bebaskan Sandera Amerika
Selasa, 13 Mei 2025 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menjelang kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Timur Tengah (Timteng), Hamas mengumumkan pembebasan sandera Edan Alexander, warga negara ganda Israel-AS. Langkah Hamas itu disebut-sebut sebagai upaya mempercepat proses gencatan senjata di Palestina.
Alexander disebut sebagai satu-satu sandera Hamas berkewenegaraan AS yang masih hidup. Selain untuk mempercepat proses gencatan senjata, langkah Hamas itu sebagai upaya membuka jalur bantuan kemanusiaan ke Gaza yang telah terkepung selama 70 hari terakhir.
Keputusan itu diambil setelah delegasi Hamas dan AS bertemu di Qatar beberapa hari terakhir, tanpa melibatkan pihak Israel.
Baca juga : Duh, Mesranya Sama Pacar Di Bawah Laut
Trump merespons pembebasan ini di media sosial Truth, dengan menyebutnya sebagai langkah positif. Pebisnis real estate itu menegaskan bahwa perkembangan ini bisa menjadi awal yang baik untuk negosiasi lebih lanjut terkait sandera lainnya.
Trump dijadwalkan mengunjungi Arab Saudi, Qatar dan Uni Emirat Arab pada 13-16 April 2025, menyambut baik kabar dari Hamas.
“Ini adalah langkah yang diambil dengan itikad baik kepada AS. Dan sebagai upaya para mediator, Qatar dan Mesir untuk mengakhiri perang yang sangat brutal ini dan mengembalikan semua sandera dan jenazah,” tulis Trump, Minggu (11/5/2025).
Baca juga : Perang Di Mana-mana, Prediksi Prabowo Menjadi Kenyataan
Utusan khusus AS untuk urusan pembebasan sandera, Adam Boehler mengatakan, Washington berharap Hamas mau melepaskan empat jasad warga negara AS yang masih belum dikembalikan.
Sementara itu, kantor Perdana Menteri (PM) Israel telah menerima informasi dari AS terkait pembebasan Alexander. PM Benjamin Netanyahu menyebutnya sebagai isyarat diplomatik yang dapat memperkuat koordinasi dengan Washington.
Dilansir Reuters, Hamas bersiap membebaskan sandera AS pada Selasa (13/5/2025). Rencana ini disampaikan Hamas pada Minggu (11/5/2025) jelang kedatangan Presiden AS Donald Trump ke Timteng pekan ini.
Baca juga : Angkanya Terus Naik, Utang Warga Ke Pinjol Tembus 80 T
Alexander, seorang prajurit yang bertugas di unit infanteri elite di perbatasan Gaza, diketahui sebagai sandera AS terakhir yang tersisa di Gaza yang masih hidup.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya