BREAKING NEWS
 

Hadapi Tantangan Global, Pertamina Tingkatkan Kapasitas Domestik

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 22 Mei 2025 19:17 WIB
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri (tengah). (Foto: Pertamina)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) terus memperkuat kapasitas domestik dan menjaga keberlangsungan operasionalnya di tengah tantangan global, guna memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga. Fokus tersebut juga turut mendorong stabilitas kinerja operasional dan profitabilitas perusahaan sepanjang 2025.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (22/5/2025).

Simon menyebut, berbagai tekanan eksternal mewarnai kinerja industri energi global tahun ini. Mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, kelebihan pasokan minyak mentah dunia yang menekan harga, hingga penurunan crack spread atau selisih harga produk olahan dengan harga minyak mentah yang turut membebani pelaku usaha kilang, termasuk Pertamina.

Baca juga : Teken MoU, Telin Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Konektivitas Digital Di Filipina

“Untuk merespons dinamika ini, Pertamina fokus pada peningkatan kapasitas domestik, baik untuk produksi hulu maupun peningkatan serapan minyak mentah dalam negeri, serta menjaga keandalan operasional di seluruh lini bisnis,” ujar Simon.

Simon menjelaskan, harga minyak mentah global menurun sekitar 15–20 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari rata-rata 78 dolar AS per barel menjadi 65 dolar AS per barel pada Mei 2025. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah sekitar 4 persen. Adapun crack spread turun menjadi 10 dolar AS per barel, jauh di bawah titik impas kilang Pertamina yang berada di angka 15 dolar AS per barel.

Adsense

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Pertamina melakukan pengelolaan impor melalui pengalihan jalur distribusi dan diversifikasi sumber pasokan. “Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam mendapatkan dukungan kebijakan, termasuk melalui skema kerja sama antar pemerintah (G-to-G) untuk menjaga stabilitas suplai,” imbuh Simon.

Baca juga : MedcoEnergi Teken Perjanjian Swap Gas Domestik Multi-Pihak

Wakil Direktur Utama Pertamina, Wiko Migantoro, menambahkan bahwa perusahaan menjalankan sejumlah strategi bisnis untuk menghadapi situasi global, antara lain penguatan produksi dan serapan minyak domestik, implementasi energi hijau, peningkatan keandalan operasional, serta pengelolaan pasokan minyak dan produk secara efektif.

Di sektor hulu migas, Pertamina fokus meningkatkan produksi dalam negeri. Melalui Pokja Peningkatan Produksi Hulu bersama Kementerian ESDM, Pertamina menargetkan produksi minyak domestik sebesar 419 ribu barel per hari (MBOPD) pada 2025. Perusahaan juga akan mengoptimalkan serapan minyak mentah dari jatah pemerintah sebesar 12 juta barel atau sekitar 30 ribu barel per hari (BPD).

“Pertamina juga terus mendorong produksi energi hijau,” kata Wiko. Salah satu capaian penting adalah implementasi biodiesel B40 yang berhasil mengurangi konsumsi solar sekitar 9 juta barel per tahun. Selain itu, Pertamina juga mengembangkan produk energi baru terbarukan lainnya seperti Sustainable Aviation Fuel (2,4 persen) dan bioetanol (5 persen).

Baca juga : Pertamina Penuhi Kebutuhan Gas Bumi Domestik Melalui Skema Swap

Di sisi pengelolaan pasokan, Pertamina memperkuat rantai pasok dari pasar internasional melalui skema operasi Regular, Alternative, Emergency (RAE) dan strategi pengalihan jalur distribusi bila diperlukan.

Sebagai pemimpin dalam transisi energi nasional, Pertamina menegaskan komitmennya mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060. Perusahaan terus menjalankan program-program yang sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) dan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini operasional.

“Melalui berbagai upaya ini, Pertamina tetap mampu mempertahankan kinerja yang solid dan terus memberikan kontribusi optimal bagi negara,” pungkas Simon.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense