RM.id Rakyat Merdeka - Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri China, Li Qiang, ke Indonesia menandai semakin eratnya hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam bidang ekonomi.
Dalam kunjungan tersebut, kedua negara menyepakati empat nota kesepahaman (MoU) dan delapan poin kerja sama strategis yang akan memperkuat kemitraan ekonomi dan perdagangan berkelanjutan dengan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan.
Dua dari empat nota kesepahaman tersebut berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dengan fokus pada penguatan sektor industri dan rantai pasok, serta implementasi proyek Two Countries Twin Parks (TCTP).
Baca juga : Polda Banten Tetapkan 3 Tersangka Pemerasan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, proyek TCTP akan diwujudkan melalui pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah, yang dirancang menyerupai kawasan industri modern di Shenzhen, China.
“Proyek Two Countries Twin Parks yang kami rencanakan berlokasi di Batang dengan luas sekitar 500 hektare, dan diharapkan dapat dikembangkan menjadi seperti Shenzhen-nya Indonesia,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (25/5/2025).
Selain Batang, kawasan industri di Bintan, Kepulauan Riau, juga akan dikembangkan sebagai mitra kawasan industri di Provinsi Fujian, Tiongkok. Secara keseluruhan, terdapat tiga kawasan industri yang menjadi bagian dari inisiatif kerja sama ini.
Baca juga : Ini 4 Pemain Persib Yang Absen Saat Hadapi Persita
“Di Bintan terdapat kawasan dalam Kawasan Industri Bintan, sementara mitranya di Tiongkok berada di Provinsi Fujian,” tambahnya.
Lebih lanjut, Airlangga menyebutkan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat mendorong masuknya investasi asing langsung (foreign direct investment), memperkuat konektivitas rantai pasok, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.
“Kalau untuk Batang sendiri, nilai pengembangan awal proyek mencapai sekitar 3 miliar dolar AS. Kawasan lainnya masih dalam proses,” ungkapnya.
Baca juga : PGN Dan PTBA Gagas Proyek Gasifikasi Batu Bara Jadi SNG
Pemerintah Indonesia, lanjut dia, akan terus mengawal implementasi proyek-proyek strategis tersebut agar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kedua negara.
“Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, akan terus mengawal implementasi inisiatif strategis ini agar memberikan manfaat nyata bagi kedua negara secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.