Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
IKN Terkini: Istana Garuda Dan Proyek Rp6,5 Triliun Siap Diresmikan Awal 2025
Sabtu, 21 Desember 2024 06:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Salah satu ikon IKN, yaitu Istana Garuda, sudah hampir selesai dibangun dan dijadwalkan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat. Di saat bersamaan, arus investasi dari berbagai pihak, baik domestik maupun internasional, terus berdatangan. Proyek senilai Rp 6,5 triliun siap diluncurkan dalam groundbreaking tahap ke-9 pada awal 2025.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengundang 15 media nasional untuk mengunjungi IKN pada Jumat (20/12/2024) pagi. Kementerian yang dipimpin oleh Menteri Rosan Roeslani ini ingin memberikan gambaran langsung mengenai perkembangan terkini proyek pembangunan IKN. Rakyat Merdeka/RM.id turut serta dalam rombongan tersebut.
Rombongan tiba di kawasan IKN sekitar pukul 8 pagi. Suasana sibuk pembangunan langsung terasa. Truk-truk pengangkut material konstruksi dan truk molen hilir mudik di kawasan. Suara deru khas konstruksi terdengar sayup-sayup di seluruh area. Para pekerja tampak sibuk. Ada yang merawat rumput lapangan, ada juga yang melakukan proses finishing.
Kami melanjutkan perjalanan ke Taman Plaza Seremoni, yang terletak di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan. Dari titik ini, terlihat Istana Kepresidenan, dan Istana Negara yang menyerupai kepak sayap Garuda. Di sebelah kanan, ada Gedung Sekretariat Negara, dan gedung Paspamres di samping kiri. Tak jauh dari sana, berdiri pula empat gedung Kemenko.
Setelah turun dari mobil, Stafsus Bidang Komunikasi Kepala Otorita IKN, Troy Pantouw, datang menyambut dengan ramah. "Selamat datang di IKN," ucapnya.
Baca juga : BTN Gelontorkan Uang Tunai Sebanyak Rp 20,37 Triliun Siap Hadapi Momen Nataru
Sebelum melanjutkan berkeliling, kami melintas di dekat sebuah keran air minum yang mirip dengan yang ada di bandara. Troy menjelaskan, air tersebut berasal dari Bendungan Sepaku Semoi yang dialirkan sejauh 17 kilometer. Setelah melalui proses filterisasi dan serangkaian pemurnian, air ini siap untuk diminum. Troy pun mencoba beberapa teguk. "Silakan kalau mau mencoba," ajaknya. Rakyat Merdeka mencicipi air tersebut. Rasanya seperti air mineral dalam kemasan. Segar.
Troy lalu mengajak rombongan ke kantornya untuk memaparkan progres pembangunan IKN. Hadir dalam kesempatan tersebut Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono. Setelah paparan, Agung kemudian mengajak rombongan melihat progres pembangunan rusun bagi ASN, Hotel Nusantara, dan Rumah Sakit Hermina yang sudah diresmikan.
Dalam paparannya, Troy menepis kabar yang menyebut Presiden Prabowo tidak akan melanjutkan proyek pembangunan IKN. Kata Troy, Presiden Prabowo justru menyampaikan bahwa mau tidak mau pemindahan ibukota dari Jakarta harus dilakukan karena ancaman perubahan iklim seperti banjir dan penurunan muka tanah di pulau Jawa.
Troy menambahkan, Presiden Prabowo sudah menyatakan akan berkantor di IKN 2028 dan memerintahkan Kepala Otorita IKN untuk membangun gedung legislatif dan yudikatif paling lambat 2029.
"Jadi tidak benar Presiden tidak mendukung pembangunan IKN. Itu hoaks itu," kata Troy.
Baca juga : Kejar Penerimaan Rp 9,4 Triliun, Bapenda DKJ Ajak Pemilik Kendaraan Lunasi Pajak
Selain itu, kata Troy, sudah ada Undang-Undang IKN dan UU Daerah Khusus Jakarta yang menyatakan bahwa Jakarta bukan lagi ibu kota. Jadi, kini tinggal menunggu Keputusan Presiden tentang pemindahan ibu kota dari Jakarta ke IKN. "Ini menunjukkan bahwa pembangunan IKN akan terus berlanjut hingga selesai," ujarnya.
Menteri Agama juga telah menyampaikan bahwa Masjid Negara akan dibangun di IKN, menggantikan Masjid Istiqlal. "Insyaallah, salat Idulfitri 2025 sudah bisa dilaksanakan di IKN," ujarnya optimis.
Hal senada disampaikan oleh Agung Wicaksono. Menurutnya, Presiden Prabowo justru ingin mempercepat pembangunan IKN. Salah satu bukti komitmen tersebut adalah instruksi untuk membangun gedung-gedung perkantoran bagi lembaga legislatif dan yudikatif. Awalnya, pembangunan gedung untuk DPR, MPR, dan DPD belum masuk dalam target hingga 2028. Namun, kini Presiden memerintahkan percepatan pembangunan tersebut.
"Ini adalah langkah percepatan, sehingga nantinya fungsi trias politika—eksekutif, legislatif, dan yudikatif—dapat berfungsi secara lengkap di IKN," paparnya.
Selain itu, Agung juga menepis kabar pembangunan IKN melambat. Menurut dia, pembangunan IKN justru menunjukkan progres yang positif. Pembangunan IKN Tahap 1 per 13 Desember 2024 telah mencapai 96 persen. Istana Garuda pun sudah hampir rampung dan siap diresmikan oleh Presiden Prabowo.
Baca juga : CIMB Niaga Kantongi Laba Rp 6,6 Triliun Di Kuartal III-2024
Kata Agung, Kementerian Pekerjaan Umum sudah mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo untuk meresmikan Istana Garuda sekaligus melakukan groundbreaking tahap ke-9. "Kapan akan diresmikan tentu kalau jadwal, Istana nanti yang akan menentukan. Yang pasti, kami siapkan awal tahun 2025," kata Agung.
Agung menambahkan, dalam groundbreaking tahap ke-9 memiliki nilai investasi senilai Rp6,5 triliun. Nilai tersebut berasal dari lima investor swasta di sektor hunian, perkantoran, pendidikan, ritel, dan perkantoran. Di sektor hunian, perusahaan Malaysia siap menggelontorkan investasi Rp3,9 triliun. Selain itu ada juga rumah makan khas Padang, dan universitas swasta.
Agung menjelaskan, sampai akhir 2024, sudah ada Rp 58,41 triliun investasi swasta yang masuk. Baik dari swasta dalam negeri maupun luar negeri. Investasi tersebut terdiri atas berbagai sektor. Mulai sektor kesehatan, pendidikan, perhubungan dan transportasi, perhotelan, hunian, hingga ritel dan UMKM.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya