BREAKING NEWS
 

Kemenkop Apresiasi Kabupaten Lahat 100 Persen Bentuk Kopdes Merah Putih

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 10 Juni 2025 21:34 WIB
Wamenkop Ferry Juliantono (kiri).saat melakukan kegiatan monitoring percepatan pembentukan/pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Lahat, Sumsel, Selasa (10/6/2025). (Foto: Dok. Kemenkop)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono yang juga menjabat sebagai Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel) yang sudah 100 persen menyelesaikan pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) dan juga pembentukan badan hukum Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

"Dengan program pembentukan 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih ini, Presiden Prabowo Subianto ingin mengubah dan membuat sejarah bahwa semua paradigma sistem berpikir, semua kekuatan yang dimiliki pusat, sekarang harus dialiri ke desa-desa," ungkap Ferry saat melakukan kegiatan monitoring percepatan pembentukan/pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Lahat, Sumsel, Selasa (10/6/2025).

Lebih lanjut Ferry mengatakan, Presiden Prabowo juga ingin keadilan sosial bisa terwujud di bumi Indonesia, sampai ke desa-desa.

Kongkritnya, kata Ferry, seluruh sumber daya yang dimiliki dari pusat yang ada di tangan Presiden RI sekarang diminta untuk disalurkan ke desa-desa.

"Semua ini adalah amanat konstitusi kita. Presiden Prabowo Subianto selalu di dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa Pasal 33 adalah ruh yang sesuai dengan karakteristik bangsa kita," ungkap Ferry.

Ia mengatakan, pembentukan Kopdes Merah Putih merupakan salah satu implementasi dari UUD 1945 Pasal 33.

Baca juga : Libur Sekolah, KCIC Berikan Diskon 50 Persen Untuk Seluruh Rute Whoosh

"Belum pernah dalam sejarahnya semua sumber daya yang dimiliki disalurkan ke desa-desa. Ini sekaligus untuk membesarkan koperasi di seluruh Indonesia," ucap Ferry.

Ia menambahkan, pada Juli mendatang, pembentukan Kopdes Merah Putih akan diumumkan Presiden RI, serta pada Oktober 2025 akan operasional.

"Pada Juli hingga Oktober 2025, kita akan matangkan skema pembiayaannya, skema penyalurannya, hingga pelatihan-pelatihan untuk menyiapkan SDM. Termasuk juga menyiapkan aset-aset yang akan dipergunakan koperasi desa," tutur Ferry.

Sehingga sebagai upaya tersebut, Ferry mendorong para gubernur, bupati, dan walikota, agar menggunakan aset-aset negara yang idle dalam kegiatan Kopdes/Kel Merah Putih.

Kegiatan simpan pinjam dari Kopdes, menurut Ferry bisa mengatasi masalah rentenir, pinjaman online, dan lain sebagainya.

Adsense

"Kegiatan apotek desa juga karena bisa memberikan obat-obat yang harganya terjangkau," ujarnya.

Baca juga : Gubernur Pramono Apresiasi Kerja Sama Strategis Bank DKI & Bank Maluku Malut

Di samping itu, kata Ferry, Presiden Prabowo ingin keberadaan klinik-klinik desa yang ada di koperasi desa, bisa menunjang keberadaan Puskesmas yang ada di kecamatan-kecamatan.

"Akan banyak masyarakat yang usia lanjut, balita, ibu-ibu hamil, dan lain sebagainya, itu nanti akan bisa tertangani unit klinik desa di dalam Kopdes Merah Putih," ujar Ferry.

Ia menyebut toko atau gerai yang menjual kebutuhan sehari-hari, nantinya akan membantu warung-warung UMKM yang ada di desa tersebut.

"Gudang-gudang ini akan menjadi tempat untuk menyalurkan gas elpiji 3 kilogram, menyalurkan pupuk, menyalurkan juga alat pertanian, nelayan dan lainnya," kata Ferry.

Dalam kesempatan yang sama, Ferry berharap di Kabupaten Lahat terbentuk 3-4 koperasi desa percontohan dalam dua bulan ke depan. "

Ada profesor dari IPB memiliki temuan untuk membuat database desa secara presisi dan akurat dan akan kita sinergikan dalam pembentukan Kopdes Merah Putih dengan membangun database desa yang presisi," ujar Wamenkop.

Baca juga : Kemenkop Apresiasi Musdesus Kopdes/Kel Merah Putih Bali Capai 100 Persen

Sementara itu, Bupati Lahat Bursah Zarnubi menyatakan, bahwa Musdesus sudah 100 persen dilakukan di 360 desa dan 17 kelurahan se-Kabupatrn Lahat, serta sudah di-upload dalam administrasi badan hukum Dirjen AHU Kementerian Hukum. Jumlah yang sudah diproses notaris juga 100 persen.

"Untuk koperasi percontohan, kami usulkan Kopdes Pagar Jati," ungkap Bupati Lahat.

Menurutnya, Desa Pagar Jati merupakan salah satu desa lumbung padi di Lahat yang potensinya bisa dikembangkan lebih luas sampai 1300 hektar.

"Nantinya akan bisa menghasilkan 48 ribu ton padi dengan perkuatan sistem irigasi di Lahat," kata Bupati Lahat.

Terkait dana untuk Notaris, Bupati Lahat mengungkapkan, semua sudah disiapkan dari APBD sebesar Rp2 juta per koperasi, agar tidak memberatkan para Kepala Desa.

"Dari 377 Kopdes/kel Merah Putih di Lahat, misalkan 40% saja yang berhasil, kita sudah menggerakan perekonomian yang sangat besar, apalagi bila bisa 100 persen," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense