RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), Indonesia Investment Authority (INA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kemitraan strategis pengembangan Pabrik Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC).
Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas produksi dalam negeri atas bahan baku penting seperti soda kaustik dan Ethylene Dichloride (EDC), yang menjadi komponen vital dalam industri hilir nasional, termasuk pengolahan nikel, pemurnian alumina, serta produksi deterjen dan pengolahan air. Langkah ini sekaligus mempertegas sinergi sektor publik dan swasta dalam mendukung agenda hilirisasi industri dan transformasi ekonomi Indonesia.
Dengan estimasi nilai investasi sekitar 800 juta dolar AS, proyek ini menjadi wujud nyata komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan industri nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan kimia hulu, serta memperluas basis ekspor strategis Indonesia.
Pabrik CA-EDC akan dikelola oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak usaha dari Chandra Asri Group. Proyek saat ini memasuki fase pertama, yang mencakup pembangunan fasilitas produksi dengan kapasitas tahunan mencapai 400.000 ton soda kaustik padat (setara 827.000 ton cair) dan 500.000 ton Ethylene Dichloride.
Baca juga : Chandra Asri Kenalkan Layanan Kepelabuhanan Dan Logistik Di IMW 2025
Pengembangan proyek ini juga telah ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), dan sejalan dengan target pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen melalui industrialisasi berbasis hilirisasi dan substitusi impor.
Fase kedua proyek dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi Chlor-Alkali serta mengembangkan produk turunan berbasis klorin, yang diharapkan dapat memperkuat rantai pasok industri dan menciptakan nilai tambah lebih besar. Saat ini, studi kelayakan tengah dilakukan untuk mengidentifikasi potensi produk hilir yang mendukung pertumbuhan sektor manufaktur domestik.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa kemitraan ini mencerminkan langkah strategis dalam membangun ekosistem industri yang tangguh.“Industrialisasi hilir merupakan kunci transformasi ekonomi Indonesia. Investasi ini memperkuat ketahanan nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta mendukung pertumbuhan industri jangka panjang khususnya di sektor kimia yang sangat penting bagi transisi energi dan manufaktur modern,” ujar Pandu.
Sementara itu, Chief Executive Officer INA, Ridha Wirakusumah menegaskan, kemitraan ini bukan sekadar pembiayaan proyek, tetapi juga membangun fondasi industri strategis.
Baca juga : Di Depan Prabowo, Rosan: 844 BUMN Sudah Resmi Gabung Danantara
“Kami menggabungkan kekuatan investor institusional dengan pelaku industri terkemuka untuk mendorong keamanan pasokan dan kapasitas produksi nasional. Ini adalah bentuk nyata dukungan kami terhadap pembangunan industri yang skalabel dan berdaya saing tinggi,” katanya.
Presiden Direktur Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyampaikan bahwa proyek ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap masa depan industri kimia Indonesia. “Pembangunan pabrik CA-EDC adalah kontribusi kami dalam memperkuat struktur industri nasional. Bersama mitra strategis, kami membangun fondasi bagi industri kimia yang berkelanjutan dan mampu menyokong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Erwin.
Secara ekonomi, proyek ini diperkirakan dapat menghemat devisa hingga Rp 4,9 triliun per tahun melalui pengurangan impor soda kaustik dan menghasilkan devisa ekspor Ethylene Dichloride hingga Rp5 triliun setiap tahunnya.
Lebih dari sekadar dampak ekonomi, keberadaan pabrik CA-EDC juga akan menopang kebutuhan domestik atas bahan baku industri penting, memperkuat rantai pasok lokal, dan meningkatkan daya saing ekspor nasional dalam jangka panjang.
Baca juga : Sore Ini, Prabowo Hadiri Townhall Meeting Danantara Bersama BUMN
Kemitraan strategis antara Danantara Indonesia, INA, dan Chandra Asri Group ini sekaligus menjadi cerminan model pengelolaan aset publik yang kolaboratif dan berorientasi hasil. Danantara Indonesia menyatakan tetap berkomitmen mengembangkan kemitraan serupa yang memiliki dampak sistemik dan mendorong tercapainya visi ekonomi jangka panjang Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.