Dark/Light Mode

VinFast Mau Bangun Pabrik Di Dalam Negeri

RI Berpeluang Jadi Basis Produksi Kendaraan Listrik

Rabu, 12 Maret 2025 07:10 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Ro­san Perkasa Roeslani. (Foto: BPMI Setpres)
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Ro­san Perkasa Roeslani. (Foto: BPMI Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perusahaan otomotif asal Vietnam, VinFast, semakin menunjukkan keseriusannya berinvestasi dan membangun pabrik kendaraan listrik di Indonesia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Ro­san Perkasa Roeslani mengung­kapkan hal itu usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto ber­temu Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam To Lam di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/3/2025) malam.

“VinFast sudah bertemu dengan kami dan ingin membangun pabrik di Indonesia. Mereka sangat serius investasi di sini,” kata Rosan.

Indonesia menjadi satu dari dua negara yang dipertimbang­kan VinFast untuk lokasi manu­faktur kendaraan listrik yang berorientasi ekspor.

Baca juga : Waspada Cuaca Ekstrem, Yuk Siapkan Tas Bencana

Jika investasi itu terealisasi, akan menjadi dorongan besar bagi industri otomotif nasional, khusus­nya sektor kendaraan listrik.

Menurut Rosan, VinFast telah melakukan kajian mendalam dan melihat potensi besar Indonesia, baik dari segi pasar domestik maupun lokasi strategisnya untuk ekspor.

“Kami akan mendampingi mereka dalam proses ini. Ter­masuk memberikan alternatif lokasi investasi agar rencana ini segera terealisasi,” jelasnya.

Meski begitu, Rosan belum dapat membeberkan details lebih lanjut mengenai nilai investasi dan lokasi pembangunan pabrik yang dipilih VinFast.

Baca juga : Alcaraz Jinakkan Shapovalov

“Nanti detailsnya akan kami sampaikan. Yang jelas, mereka sangat serius masuk ke Indone­sia,” tuturnya.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen VinFast membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Salah satu rencana mereka, yakni menghadirkan 100.000 unit stasiun pengisian baterai mobil listrik.

“Namun, lokasi dan perincian pabrik masih dalam pemba­hasan,” ujar Airlangga.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku, pihaknya telah melaku­kan pembicaraan serius dengan VinFast terkait investasi mereka.

Baca juga : Gojek & Grab Sudah Siap Bagikan Bonus

“Insentif yang mereka minta sebenarnya sudah ada dalam ke­bijakan kita. Mereka juga ingin melakukan uji pasar sebelum masuk sepenuhnya ke Indone­sia,” ujar Agus.

Dengan keseriusan VinFast dan dukungan penuh dari Pe­merintah, investasi ini berpo­tensi mempercepat pertumbuhan industri kendaraan listrik di In­donesia. Termasuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Asia Teng­gara. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.