BREAKING NEWS
 

Selama Periode 2019-2025

Shopee Catat Jual 60 Juta Produk UMKM Ke 8 Negara

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Kamis, 3 Juli 2025 07:05 WIB
Director of Government Rela­tions Shopee Indonesia Balques Manisang. (Foto: Instagram/balques_manisang)

RM.id  Rakyat Merdeka - Shopee Indonesia mencatat telah mengekspor lebih dari 60 juta produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sejak 2019 hingga Juni 2025. Ke depan, penjualan produk UMKM via program platform e-commerce itu ke luar negeri diharapkan meningkat.

Sebanyak 60 juta produk UMKM itu diekspor ke delapan negara di kawasan Asia Tenggara, Asia Timur dan Amerika Latin.

Director of Government Rela­tions Shopee Indonesia Balques Manisang mengatakan, hal terse­but menjadi bukti kuat upaya Shopee dalam memperkuat dukungan bagi UMKM untuk menembus pasar ekspor global.

Program ekspor menjadi fokus utama dari produk fashion, per­lengkapan rumah tangga, dan olahraga.

“Ke depan, targetnya tentu diharapkan bertambah secara signifikan,” kata Balques dalam Peluncuran Program Ekspor Shopee 2.0 bertajuk UMKM Lokal Berdaya Saing Global di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Selasa (1/7/2025).

Baca juga : Produksi Migas Dalam Negeri Bakal Gaspol

Shopee juga bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag), untuk me­mastikan produk UMKM In­donesia dapat go global dan bersaing di pasar dunia.

Balques memastikan, Program Ekspor Shopee tidak hanya mem­permudah proses pengiriman produk ke luar negeri, tetapi juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM.

Tak hanya itu, dalam mendu­kung ekspor UMKM, Shopee menghadirkan dua hal baru. Pertama, pergantian logo Ekspor Shopee, dan kedua menggunakan metode baru melalui Program Ekspor Shopee Flexi.

Dalam Program Ekspor Shopee Flexi, Shopee memberikan kebebasan penuh seller mengatur harga dan margin. Lalu, memak­simalkan potensi dengan fitur promosi Shopee di negara tujuan. Serta mengatur promosi iklan dan kampanye secara bebas.

Selain itu, seller dimudahkan dalam akses sub dan toko Shopee di luar negeri, serta memberikan keleluasaan operasional sepenuhnya kepada seller, yang dikelola dengan dukungan Shopee.

Baca juga : Oknum Dishub DKI Diduga Palak Sopir Bajaj, Manajemen Parkir Masih Karut Marut

“Dengan adanya program ini, produk lokal diharapkan lebih dikenal dan diminati oleh pasar luar negeri,” kata Balques.

Dia melanjutkan, dalam mengembangkan program ekspor produk UMKM tersebut, dimulai dengan pendekatan kurasi dan pendampingan intensif. Kemudi­an, proses seleksi dimulai dengan pengumpulan data UMKM yang telah dibantu Kemendag.

Selanjutnya, dilakukan kurasi bersama Shopee berdasar­kan kualitas produk, kapasitas produksi, dan kesiapan ekspor.

UMKM yang lolos kurasi, dapat memilih untuk mengikuti program ekspor Shopee dengan pendampingan berkelanjutan, agar tidak dilepas begitu saja.

Tidak semua seller otoma­tis bisa ekspor, karena harus memenuhi persyaratan.

Baca juga : Vika Kolesnaya, Lagi Hamil Anak Billy Syahputra

“Namun persyaratan ini dibuat sederhana, seperti memiliki stok produk minimal satu unit,” jelasnya.

Terkait kemampuan modal atau syarat omzet hingga indi­kator kesiapan ekspor, Balques mengakui, hal tersebut memang menjadi pertimbangan tetapi tidak terlalu signifikan.

Adsense

“Karena Shopee berkomit­men mendukung siapa pun yang memenuhi syarat, walaupun dengan kapasitas terbatas,” tuturnya.

Dalam program ekspor ini, Shopee juga memastikan pasar ekspor sudah tersedia, seperti di Malaysia yang menjadi destinasi utama pilot project ekspor UMKM.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense