BREAKING NEWS
 

Kembangkan Produk Bebas Asap, Sampoerna Dan PMI Gaet UMKM-Industri Perhotelan

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 3 Juli 2025 19:58 WIB
Sales Director Sampoerna, Yohan Lesmana. (Foto: Sampoerna)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna), bersama perusahaan induknya Philip Morris International (PMI), terus mendorong pengembangan produk bebas asap di Indonesia sebagai bagian dari inovasi berbasis sains dan teknologi.

Sales Director Sampoerna, Yohan Lesmana mengungkapkan, sejak pertama kali diperkenalkan pada 2019, produk bebas asap telah membuka ruang kolaborasi lintas sektor yang memberikan dampak positif tidak hanya bagi konsumen dewasa, tetapi juga bagi pelaku usaha serta ekosistem yang lebih luas.

“Sampoerna percaya bahwa inovasi terjadi ketika produk yang lebih baik dapat diakses oleh konsumen dewasa,” ujarnya di Jakarta, Kamis (3/7/2025).

Yohan menekankan pentingnya peran mitra usaha sebagai kolaborator kunci dalam membangun ekosistem yang bertanggung jawab. “Ini bukan hanya soal menciptakan teknologi canggih di laboratorium. Ini tentang bagaimana menjembatani sains dengan realitas sehari-hari, dan membawanya ke tangan konsumen dewasa yang berhak atas pilihan yang lebih baik,” tegasnya.

Baca juga : Melihat Langsung Fasilitas Produk Modern Dan Canggih Sampoerna Senilai Rp 5,3 Triliun

Hingga kini, program kemitraan produk bebas asap Sampoerna telah menggandeng lebih dari 600 UMKM di 20 kota di Indonesia. Kolaborasi ini tidak hanya menciptakan peluang usaha baru, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi lebih dari 1.300 tenaga kerja lokal, serta melibatkan lebih dari 150.000 toko kelontong yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC).

Sampoerna juga memperluas kemitraan ke sektor-sektor yang sebelumnya belum tersentuh, seperti perhotelan dan kafe. “Kami yakin, kolaborasi mendalam ini tidak hanya membuka peluang bisnis, tetapi juga berkontribusi terhadap tujuan yang lebih besar: menyediakan alternatif yang lebih baik bagi konsumen dewasa,” ujar Yohan.

Ia menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan program berkelanjutan yang fokus pada nilai, inovasi, dan dampak jangka panjang terhadap komunitas.

Adsense

Salah satu mitra strategis Sampoerna adalah The Trans Luxury Hotel. Director of Marketing and Communication, Anggia Elgana, mengatakan bahwa pihaknya telah mengonversi sebagian kamar merokok menjadi kamar ramah IQOS. Langkah ini sejalan dengan komitmen hotel untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman bagi staf maupun tamu dewasa pengguna nikotin.

Baca juga : Sampoerna Dorong Inovasi Produk Bebas Asap Berbasis Sains dan Teknologi

“Kami sangat menjunjung tinggi kenyamanan dan kebersihan. Kehadiran produk bebas asap membantu kami menjaga standar pelayanan,” kata Anggia.

Menurutnya, perubahan ini berdampak langsung pada efisiensi operasional. Sebelumnya, kamar merokok memerlukan perawatan intensif, seperti pembersihan mendalam, penggunaan ozon generator, hingga penggantian furnitur dan linen akibat bau asap. Dengan kamar ramah IQOS-yang tidak menghasilkan asap, api, atau abu-intensitas pembersihan berkurang drastis, memperpanjang usia pakai aset dan menghemat anggaran.

“Investasi ini memberi keuntungan ganda: efisiensi operasional dan peningkatan reputasi,” ujarnya optimistis.

Kemitraan juga menjangkau pelaku UMKM di sektor kuliner. Chief Marketing Officer Maja Family, Omar Karim Prawiranegara, menyatakan bahwa sejak menyediakan area ramah produk bebas asap, terjadi peningkatan trafik dan loyalitas pelanggan. Bahkan, pendapatan usahanya naik hingga 25 persen.

Baca juga : Diresmikan Prabowo, Rosan Happy Danantara Jadi Rumah Besar Investasi Negara

“Kami menarik segmen pelanggan baru: konsumen dewasa yang mencari tempat nyaman tanpa gangguan asap atau bau rokok,” jelasnya. Mereka cenderung lebih sering datang, berlama-lama, dan meningkatkan konsumsi makanan dan minuman yang secara langsung mendorong penjualan.

Dukungan terhadap produk bebas asap juga datang dari seniman internasional, Darbotz. Sebagai pengguna IQOS, ia mengaku menghargai keberadaan ruang khusus IQOS di beberapa lokasi publik. Menurutnya, ini memungkinkan ia tetap menggunakan produk tembakau tanpa menghasilkan bau menyengat.

“Saya sempat skeptis karena banyak informasi simpang siur. Tapi setelah mendapat penjelasan komprehensif dan riset sendiri, saya tahu produk ini tidak melalui proses pembakaran dan mengurangi paparan zat berbahaya. Ini bukan klaim kosong, tapi berbasis kajian ilmiah,” ujarnya.

Darbotz menilai bahwa di era sekarang, seni dan teknologi merupakan dua elemen yang saling melengkapi. Inovasi, katanya, adalah bagian dari proses kreatif yang mendukung gaya hidup yang lebih baik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense