Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kader Bangsa Angkatan X Digojlok Pejabat, Akademisi, Dan Pengusaha
Rabu, 28 Mei 2025 21:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perkumpulan Kader Bangsa kembali menggelar sekolah kepemimpinan angkatan X. Kegiatan yang digelar di Jakarta itu menghadirkan pemateri dari berbagai kalangan. Dari mulai pejabat di Pemerintahan, akademisi, hingga pengusaha.
Kegiatan yang sudah berjalan sejak 2011 ini mengangkat tema "Transformasi Era Baru Semangat Baru." Ada 37 pemimpin muda yang berasal dari Aceh hingga Papua resmi dinobatkan menjadi Kader Bangsa Fellowship Program (KBFP) angkatan X. Kegiatan dilaksanakan di Jakarta pada 19 sampai 22 Mei lalu.
Ketua Perkumpulan Kader Bangsa, Dimas Oky Nugroho menjelaskan, para peserta adalah pemimpin muda dari berbagai profesi dan lintas aktivitas. Termasuk lintas partai politik, akademisi, ekonom, peneliti, profesional, kepala daerah anak muda, anggota legislatif muda, ASN, hakim, aktivis kepemudaan, keagamaan, masyarakat sipil, entrepreneur, pegiat literasi, budaya, jurnalis dan lingkungan hidup.
Acara yang berlangsung empat hari ini diisi oleh Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan RI Budiman Sudjatmiko, Staf Khusus Presiden RI Dirgayuza Setiawan, Ketua Lakpesdam PBNU yang juga CEO Lembaga Riset Alvara Hasanuddin Ali, mantan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Staf Khusus Menko Perekonomian Raden Pardede; Direktur Eksekutif Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari, mantan Ketum Partai Golkar yang juga pengusaha nasional Aburizal Bakrie.
Selain itu, kegiatan juga diisi CEO GDP Venture Martin Hartono, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, penulis dan narator Fahd Pahdepie, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia (IPI) Burhanuddin Muhtadi, pegiat komunitas kreatif Wisnu Nugroho, Direktur Kolaborasi Strategis Grab Indonesia Uun Ainurrofiq, hingga pegiat hukum dan HAM Haris Azhar.
Baca juga : Bank Paksa Lansia Sakit Datang Ambil Uang Pensiun
Oky menegaskan, tujuan pelatihan singkat dan pertemuan pemimpin muda ini adalah untuk mempersiapkan generasi-generasi muda Indonesia sebagai calon pemimpin publik.
"Kita semua, tak hanya Pemerintah, harus lebih serius dan saling bekerja sama mempersiapkan kapasitas dan integritas anak-anak muda Indonesia untuk kelak menjadi pemimpin publik dan memimpin di berbagai sektor," jelasnya.
Oky bersyukur, kegiatan yang sudah digelar sejak tahun 2011 ini masih konsisten hingga sekarang. "Kegiatan ini telah meningkatkan kesadaran kebangsaan dan menjahit jejaring pemimpin muda, para 'local champion' yang ingin berkontribusi memajukan lingkungannya, daerahnya, bangsa dan negaranya," tegas Oky.
Oky mengungkapkan, para alumni KBFP saat ini telah membentuk sekitar seribu lebih jejaring pemimpin muda nasional. Mereka telah berkiprah di berbagai bidang. Dari menteri, kepala daerah, anggota legislatif, pemimpin kampus, media, organisasi masyarakat sipil, birokrat, sampai pengusaha dan tokoh publik.
Menurutnya, proses rekrutmen calon peserta dilakukan sangat selektif. Tim seleksi yang terdiri dari berbagai pakar menilai dari kiprah dan karakter calon peserta.
Baca juga : Firman Soebagyo Kritisi Program Pengembangan Wirausaha Tani
"Prinsip kita adalah mengumpulkan para pemimpin muda ini dalam satu semangat besar, mari mencintai dan membangun negara ini secara guyub dan produktif," tutur Oky.
Apalagi di era geopolitik dan ekonomi global saat ini, Indonesia butuh anak-anak bangsa yang berkarakter, bervisi dan berinisiatif baik. "Berbeda boleh, beraktivitas positif harus, tapi untuk kepentingan nasional kita harus guyub dan progresif," ujarnya.
Sementara itu, Staf Khusus Presiden RI Dirgayuza Setiawan mengapresiasi program KBFP telah berjalan secara konsisten. Menurutnya program seperti KBFP selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul.
"Presiden Prabowo berkomitmen untuk menghadirkan sekolah-sekolah unggul di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi besar peningkatan SDM nasional," kata Dirgayuza.
Hal senada disampaikan Hassanuddin Ali. Peneliti dan CEO Alvara Research Center ini menyoroti pentingnya memanfaatkan momentum bonus demografi Indonesia yang diperkirakan akan berakhir pada 2030–2035.
Baca juga : 6 Mantan Pejabat Antam Dituntut 9 Tahun Penjara di Kasus Komoditas Emas
"Kita punya waktu yang sangat terbatas untuk mencetak generasi unggul. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi semua pihak," tegas Hassanuddin yang juga salah satu Ketua PBNU ini.
Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan RI, Budiman Sudjatmiko mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, penting sekali para pemimpin muda untuk terlibat dalam berbagai kegiatan positif yang mampu mendorong upaya pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Para pemuda Indonesia dari mulai tingkat desa sampai kota, daerah dan nasional, harus memahami dan mengikuti perkembangan teknologi dalam upaya mendorong perekonomian, menurunkan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan," ujar Budiman.
Mantan aktivis '98 ini menegaskan, peningkatan SDM dan khususnya bagi para pemimpin muda, membaca perkembangan zaman menjadi sangat penting. "Sehingga kita tidak menjadi bangsa yang tertinggal oleh transformasi zaman," tegas mantan anggota DPR ini.
Untuk diketahui, KBFP ini dilaksanakan secara independen dalam semangat kolaborasi antara masyarakat sipil, sektor swasta, dan aktor pemerintah. Program ini juga dirancang secara inklusif untuk memperluas wawasan dan kesadaran kewargaan serta kebangsaan para pemimpin muda dari berbagai daerah dalam membangun Indonesia yang lebih maju, demokratis, guyub, dengan tetap menghargai keberagaman.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya