BREAKING NEWS
 

Menteri Maman Harap Kewajiban Porsi Belanja K/L Bisa Di Atas 40 Persen

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Rabu, 23 Juli 2025 17:32 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman (tengah) dalam acara Inabuyer B2B2G Expo 2025 di Smesco, Jakarta, Rabu (23/7/2025). (Foto: Dwi Ilhami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman berharap, kewajiban porsi belanja barang dan jasa dari kementerian dan lembaga (K/L) mencapai 40 persen untuk produk UMKM lokal.

Hal ini diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2021, mewajibkan K/L dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengalokasikan minimal 40 persen dari anggaran belanja barang/jasa mereka untuk produk UMKM.

“Koordinasi terus dilakukan Kementerian UMKM dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), untuk memastikan target tersebut tercapai. Bahkan kalau bisa di atas 40 persen, dengan harapan bisa mencapai 50 persen,” katanya dalam Inabuyer B2B2G Expo 2025 di Smesco, Jakarta, Rabu (23/7/2025).

Menurut Maman, meski ada beberapa kendala dalam pengawasan, pihak penyelenggara menegaskan bahwa penggunaan produk lokal akan terus didorong.

Baca juga : Antara Kontinuitas dan Orisinalitas

“Produk yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri menjadi pengecualian, namun secara umum, semua barang dan jasa yang memungkinkan harus diupayakan berasal dari produksi lokal,” ujarnya.

Sementara itu, event Inabuyer B2B2G Expo 2025 diharapkan bisa mencapai target ambisius sekitar Rp 3 triliun. Meningkat dari capaian tahun lalu sebesar Rp 1,5 triliun.

Adsense

“Fokus utama tetap pada upaya meningkatkan partisipasi dari berbagai institusi, baik BUMN, swasta, maupun pemerintah, untuk mencapai target transaksi yang maksimal,” tuturnya.

Beberapa sektor produk yang diprediksi akan banyak diminati dalam acara ini antara lain makanan, minuman, pakaian, sepatu, seragam, hingga motor listrik.

Baca juga : Aprindo: Perusahaan Ritel Tak Produksi Beras, Beli Dari Produsen

Kementerian Pertahanan bahkan telah mulai melakukan pemesanan motor listrik untuk kebutuhan operasional mereka, yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi pemerintah provinsi dan kabupaten untuk mengikuti jejak tersebut.

Maman menuturkan, gelaran Inabuyer juga diharapkan berperan sebagai implementasi dari Peraturan Pemerintah (PP) No. 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

“Meskipun belum 100 persen produk lokal, substitusi dan peningkatan konten lokal dalam produk tersebut menjadi fokus utama,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan, Inabuyer sebagai bentuk sinergi antara pelaku ritel, Pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha lok dalam membangun rantai pasok nasional yang kuat dan berkelanjutan.

Baca juga : Jelang BRI Super League, Level Kebugaran Pemain Persib Baru 50 Persen

Inabuyer B2B2G Expo 2025 dianggap menjadi wadah strategis memperkuat peran UMKM dalam mendukung ekosistem ritel modern di Indonesia.

“Inabuyer adalah platform yang menyatukan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional melalui kolaborasi yang konkret dan berkelanjutan," pungkas Budihardjo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense