BREAKING NEWS
 

Bukalapak Dan Waste4Change Komit Implementasi Ekonomi Sirkular

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Jumat, 25 Juli 2025 19:59 WIB
ESG Ambassador Bukalapak Yenny Wahid. (Foto: Dok. Bukalapak)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bukalapak bersama Waste4Change menyelenggarakan kampanye internal bertajuk ‘Bin It, Win It,’ sebagai bentuk nyata komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan hidup dan ekonomi sirkular.

Dari sampah plastik yang terkumpul, tercipta Dompet Batik Daur Ulang, hasil pengelolaan sampah plastik yang dibuat oleh kelompok perempuan rentan di wilayah Tangerang.

Melalui kampanye ini, seluruh karyawan Bukalapak diajak untuk terlibat langsung dengan memilah dan mengumpulkan sampah plastik, serta merupakan wujud komitmen Bukalapak terhadap aspek lingkungan dan sosial dalam kerangka ESG.

Baca juga : Pabrik Karet Remah Resmi Beroperasi, Ekonomi Petani Aceh Menguat

Di saat yang sama, hal ini turut membuka akses ekonomi bagi kelompok perempuan rentan, menjadikannya sebagai contoh nyata integrasi nilai-nilai ESG dalam praktik perusahaan sehari-hari.

Daur ulang yang dilakukan selama kampanye berpotensi menyelamatkan hingga 340 kilogram sampah plastik per tahun, mengurangi emisi karbon sebesar 90,17 persen dan menciptakan dampak ekonomi hingga Rp 132 juta per tahun bagi perempuan yang terlibat dalam proses produksi.

Adsense

Tak hanya plastik, sampah organik yang terkumpul juga diolah menjadi kompos melalui budidaya black soldier fly (BSF) dan dioptimalkan sebagai bahan bakar alternatif melalui teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF).

Baca juga : Banyak Industri Yang Stagnan, DPR: Ekonomi Kreatif Butuh Stimulus

ESG Ambassador Bukalapak Yenny Wahid mengatakan, kampanye ini bukan sekadar program pengelolaan sampah, melainkan upaya untuk membentuk kebiasaan positif yang berdampak jangka panjang.

“Inisiatif ini memberikan kontribusi nyata tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi pemberdayaan ekonomi perempuan yang rentan. Harapannya, kebiasaan baik ini dapat melampaui ruang kantor dan menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari para karyawan,” ujar Yenny dalam keterangannya, Jumat (25/7/2025).

Selain aspek lingkungan, kampanye ini juga menyentuh aspek sosial yang kuat.

Baca juga : Perkuat Kolaborasi Dengan UNEP FI, BTN Implementasi Rumah Rendah Emisi

Dalam proses produksi produk upcycled, Bukalapak melibatkan perempuan yang terdampak kekerasan dan kemiskinan melalui program pelatihan keterampilan (upskilling), penguatan komunitas, dan penyediaan akses kerja. Bahkan, 10 persen dari hasil penjualan produk upcycled akan dialokasikan kembali ke program pelatihan kerja, untuk mendukung kemandirian ekonomi mereka secara berkelanjutan.

Terciptanya Dompet Batik Daur Ulang menjadi wujud nyata penerapan nilai-nilai ESG di Bukalapak. Khususnya, dalam mendorong ekonomi sirkular, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan kelompok perempuan rentan.

“Kampanye ini menunjukkan bagaimana komitmen terhadap keberlanjutan dapat dijalankan secara konkret oleh perusahaan dengan melibatkan karyawan, komunitas, dan mitra untuk menciptakan dampak yang lebih luas,” pungkas Yenny.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense