Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bamsoet: Presiden Eskalasi Kemandirian dengan Konsolidasi Potensi Ekonomi
Kamis, 1 Mei 2025 15:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuturkan, progres Danantara menjadi bukti konsistensi Presiden Prabowo Subianto mengkonsolidasi potensi kekuatan ekonomi nasional untuk mengeskalasi kemandirian Indonesia. Di tengah perubahan tatanan dunia yang sarat ketidakpastian seperti sekarang, upaya memperkuat kemandirian bangsa menjadi keniscayaan yang membutuhkan dukungan dari semua elemen masyarakat.
Kata Bamsoet, forum konsolidasi Danantara layak dimaknai sebagai langkah lanjutan dari Presiden Prabowo mengkonsolidasi semua potensi kekuatan ekonomi nasional, menyusul pendirian Danantara yang akan menjadi salah satu mesin penggerak dan motor pertumbuhan ekonomi nasional. “Dari konsolidasi itu, tampak sangat jelas upaya Presiden untuk mengeskalasi potensi kemandirian Indonesia,” ujar Bamsoet, di Jakarta, Kamis (1/5/2025).
Baca juga : Prabowo Dipuji Serikat Buruh Dunia, Presiden Kedua Hadiri May Day Usai Soekarno
Hal itu ditegaskan Bamsoet menyikapi progres konsolidasi Danantara dan pengarahan Presiden Prabowo kepada direksi BUMN. Presiden memberikan pengarahan itu pada forum Townhall Meeting Badan Pengelola Investasi Danantara di JCC, Jakarta, Senin (28/4/2025).
Bamsoet menjelaskan, dari konsolidasi Danantara per Maret 2025, terbentuk kekuatan yang mencakup 844 BUMN bernilai 982 miliar dolar AS atau setara Rp 16.508 triliun. Data ini patut dimaknai sebagai potensi riil dari sebagian kekuatan ekonomi nasional. Nilai potensi riil itu akan meningkat dan menjadi sangat strategis jika ditambahkan dengan nilai kandungan sumber daya alam Indonesia yang dibutuhkan pasar dunia, seperti nikel, tembaga, batu bara hingga emas.
Baca juga : Swasembada Pangan Bukti Kemandirian Nasional
Ketika sebagian potensi kekuatan ekonomi nasional itu perlu diwadahkan dalam Danantara, kata Bamsoet, itu adalah strategi dan kebijakan Presiden Prabowo menanggapi perubahan tatanan dunia yang ditandai dengan berlarut-larutnya ketidakpastian. “Tatanan dunia praktis telah berubah, sehingga NAFTA (Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara) bubar dengan sendirinya karena Amerika Serikat (AS) menetapkan tarif impor semaunya sendiri," kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini memaparkan, perubahan tatanan tersebut berdampak pada perubahan pola dan arus dana investasi dari banyak negara. Uni Eropa misalnya, sedang ancang-ancang untuk fokus pada investasi baru untuk membangun dan memperkuat industri pertahanan.
Baca juga : Petrokimia Gresik Perkuat Hilirisasi untuk Dukung Kemandirian Industri Kimia Nasional
Perubahan tatanan dunia juga menuntut Indonesia meningkatkan kemandirian di berbagai sektor dan sub-sektor ekonomi. Wajar jika Presiden Prabowo menanggapi perubahan tatanan dunia itu dengan mendirikan Danantara dan memfungsikannya sebagai Badan Pengelola Investasi (BPI).
"Melalui konsolidasi yang berkelanjutan, Danantara diharapkan dapat memaksimalkan nilai tambah semua sumber daya alam Indonesia untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat Indonesia. Dari pengelolaan semua potensi SDA itu diharapkan akan tercipta banyak lapangan kerja,’’ pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya