Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pabrik Karet Remah Resmi Beroperasi, Ekonomi Petani Aceh Menguat
Selasa, 8 Juli 2025 17:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Industri karet nasional memasuki babak baru dengan beroperasinya PT Potensi Bumi Sakti, pabrik pengolahan karet remah pertama di Provinsi Aceh.
Berlokasi di Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat, pabrik yang merupakan bagian dari Arsari Group ini hadir untuk mempercepat hilirisasi karet dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Dengan kapasitas hingga 100 ton karet kering per hari, pabrik ini menjadi solusi bagi petani yang selama ini harus menjual hasil panen mereka ke luar daerah seperti Medan.
Baca juga : Prabowo Kembangkan Koperasi Desa, Pakar: Ini Jalan Ekonomi Gotong Royong
Hal ini tentunya menanggung biaya angkut tinggi dan ketidakpastian harga. "Rantai distribusi kini lebih efisien, harga jual karet pun bisa lebih kompetitif," kata CEO Arsari Group Hashim Djojohadikusumo saat peresmian pabrik, Selasa (8/7/2025).
Menurut Hashim, selain mendongkrak sektor pertanian, pabrik ini juga membuka banyak lapangan kerja bagi warga sekitar. PT Potensi Bumi Sakti juga menggulirkan program pemberdayaan masyarakat seperti bantuan bibit unggul, pengembangan UMKM lokal, serta budidaya peternakan dan perikanan.
"Multiplier effect dari kehadiran pabrik karet remah ini sangat besar. Tidak hanya petani yang merasakan manfaatnya, tetapi juga pelaku UMKM, keluarga pekerja, dan masyarakat sekitar secara umum," tambah Hashim.
Baca juga : Tampung 400 Jamaah, Masjid Nusantara Resmi Beroperasi Di Niigata Jepang
Di kesempatan sama, Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengapresiasi investasi Arsari Group di provinsinya. Kata Hashim, hal ini merupakan wujud nyata industri nasional dalam membangun kemandirian ekonomi daerah.
"Kita harapkan pabrik ini mendorong lahirnya industri hilir karet lainnya dan memperkuat ekonomi lokal," kata Muzakir.
Kehadiran pabrik ini menegaskan peran Aceh sebagai sentra karet nasional dan menunjukkan komitmen kuat membangun ekonomi daerah yang berkelanjutan serta berbasis potensi lokal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya