BREAKING NEWS
 

Hadapi Digital Fraud Layanan Keuangan dengan Kolaborasi Tata Kelola & Teknologi

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 6 Agustus 2025 16:04 WIB
Foto: RSM Indonesia.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ikatan Auditor Intern Bank (IAIB) bersama RSM Indonesia menyelenggarakan forum diskusi bertajuk “Digital Fraud is Here: Strengthening Bank Defenses Through Integrated Governance and Technology”, Kamis (31/7/2025).

Forum diskusi ini membahas meningkatnya ancaman kejahatan digital di sektor jasa keuangan dan perlunya pendekatan kolaboratif dalam menghadapinya.

Dalam sambutan pembukanya, Managing Partner Governance Risk Control & Technology Consulting RSM Indonesia, Angela Simatupang menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap kejahatan digital yang semakin kompleks dan personal.

Dia mengingatkan, digital fraud bukan ancaman masa depan, melainkan realitas hari ini. Serangan terus berkembang, dan tidak bisa direspons hanya dengan mengandalkan teknologi semata.

“Diperlukan integrasi antara audit internal, manajemen risiko, dan fungsi teknologi dalam membangun sistem pertahanan yang berkelanjutan,” ujar Angela.

Baca juga : Dunia Alami Ketimpangan dan Krisis Keadilan

Ketua Umum Ikatan Audit Intern Bank (IAIB) Indonesia Antonius Gunadi juga turut memberikan sambutannya pada acara ini.

Forum ini menjadi wake up call bagi pelaku industri keuangan untuk menyadari bahwa sektor finansial kini menjadi target utama serangan digital.

Partner Governance Risk Control Consulting RSM Indonesia GMB Daniel Probo sebagai salah satu narasumber menjelaskan tiga tren utama risiko fraud di sektor jasa keuangan, yakni serangan terhadap new account creation, logins, dan payment systems.

Daniel menekankan pentingnya penerapan kerangka tata kelola dan pemantauan terintegrasi untuk memperkuat pencegahan dan deteksi.

Adsense

Governance framework dan sistem monitoring terintegrasi perlu dibangun secara menyeluruh melalui empat langkah utama,” tuturnya.

Baca juga : DPR: Bikin Tata Kelola Terbaik

Keempatnya yakni menetapkan peran, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan yang jelas. Kemudian, mengintegrasikan manajemen risiko fraud ke dalam proses bisnis.

Lalu, menstandarkan kebijakan serta menyelaraskan kontrol; serta memastikan auditabilitas dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

“Mencermati digital fraud ini penting untuk know your enemy, sense atas risikonya, pahami perkembangan teknologi terkini, dan telusuri akar masalahnya. Semua ini bisa dicapai dengan pengetahuan yang tepat dan terus diperbarui,” jelas Daniel.

Sementara itu, narasumber lainnya yakni Partner Technology Consulting RSM Indonesia Kemal Alfadin menyampaikan gambaran skenario umum kejahatan digital finansial yang dilakukan oleh sindikat melalui empat tahapan.

"Dalam praktiknya, kejahatan digital kerap dilakukan oleh sindikat terorganisir. Prosesnya tidak terjadi secara instan, tetapi berlangsung melalui tahapan-tahapan yang sistematis," ungkapnya. 

Baca juga : Legislator Golkar Dukung Laporan Keuangan Danantara Dibuka Ke Publik

Dia merinci, tahap pertama adalah kolaborasi, ketika beberapa individu bersepakat membentuk fraud ring, dengan saling berbagi atau memperjualbelikan informasi pribadi.

Kedua, pembuatan identitas palsu. Ketiga, pemanfaatan akun. Dan keempat, bust-out atau penarikan besar-besaran.

“Setelah mendapatkan limit besar, para pelaku kemudian mencairkan seluruh fasilitas pinjaman secara maksimal, lalu menghilang tanpa jejak,” jelas Kemal.

“Setiap tindakan fraud kini jauh lebih canggih, dan selalu berevolusi. Untuk mencegahnya, diperlukan pendekatan lintas fungsi,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense