RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dipercaya menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) sebanyak 25 ribu unit pada tahun ini. Jumlah itu meningkat 7.300 unit dari kuota sebelumnya.
Bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta BP Tapera (Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat), BRI mendapatkan mandat untuk menyalurkan tambahan kuota KPR FLPP pada 2025.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, BRI terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis Pemerintah dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Penambahan kuota ini menjadi bagian dari dukungan BRI terhadap Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Pemerintah, dengan tujuan menyediakan hunian yang layak, nyaman, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Hery dalam keterangan resmi, Rabu (6/8/2025).
Baca juga : Tumbuh 5,68 Persen, Industri Manufaktur Masih Jadi Motor Utama Ekonomi
Sebelumnya, komitmen ini diresmikan melalui Penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) Kuota Penyaluran dan Akad Massal 1.000 Nasabah KPR Subsidi di Menara BRILiaN, Jakarta, Selasa (5/8/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Dirut BRI Hery Gunardi, serta Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.
Hery melanjutkan, untuk mempercepat realisasi penyaluran tersebut, akad ini dilaksanakan secara serentak oleh 1.000 MBR di 75 kantor cabang BRI yang tersebar di seluruh Indonesia, bersama dengan notaris dan developer perumahan bersubsidi mitra BRI.
Hery menuturkan, dengan adanya Penandatanganan MoU & Akad Massal ini, backlog (kekurangan) kepemilikan perumahan diharapkan semakin kecil. Sehingga semakin banyak masyarakat yang hidup dengan lebih nyaman dan sejahtera.
Baca juga : Chelsea Olivia: Jantung Berdetak Saat Dekat Suami
Dia memastikan, BRI terus berupaya mengekspansi program ini agar penyalurannya dapat terserap maksimal, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat memiliki hunian.
“Kami tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap prosesnya, agar bisnis tetap tumbuh sehat,” ucap mantan bos BSI ini.
Per Juni 2025, BRI telah menyalurkan KPR Subsidi kepada lebih dari 101 ribu penerima manfaat dengan outstanding mencapai Rp 13,79 triliun.
Dari penyaluran tersebut, sekitar 97 persen merupakan outstanding FLPP, dengan kualitas kredit yang tetap terjaga.
Baca juga : Penumpang Transjakarta Di Blok M Kebingungan...
“Kami menyalurkan dengan tata kelola yang baik, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang berada di level rendah, yakni 1,1 persen,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Menteri Maruarar menegaskan, sektor perumahan memiliki dampak berganda (multiplier effect) yang sangat besar terhadap berbagai subsektor ekonomi lainnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.