RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia dan Selandia Baru memperkuat kerja sama strategis menuju kemitraan ekonomi jangka panjang. Kerja sama dilakukan melalui pengembangan sektor-sektor potensial yang mampu mendorong ketahanan ekonomi dan memperluas pasar kedua negara.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan hal itu usai pertemuan bilateral dengan Mendag dan Investasi Selandia Baru Todd Michael McClay di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (7/8/2025).
Pertemuan tersebut membahas kerja sama di sektor pangan dan pertanian, pendidikan, energi panas bumi serta pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Kedua negara menyepakati bahwa kepastian berusaha merupakan fondasi utama untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan perdagangan internasional,” kata Budi dalam keterangan resmi, Sabtu (9/8/2025).
Baca juga : Please, Segera Bangun Septic Tank Komunal
Menurutnya, kesamaan pandangan kedua negara menjadi penting di tengah dinamika kebijakan tarif sepihak oleh Amerika Serikat (AS) yang membayangi perdagangan global.
“Kami melihat potensi besar dari kolaborasi ini. Sinergi yang berjalan juga memperluas manfaat perdagangan bagi masyarakat kedua negara,” ujarnya.
Salah satu target utama kerja sama Indonesia–Selandia Baru adalah pencapaian nilai perdagangan bilateral sebesar 3,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 58,5 triliun (kurs Rp 16.252 per dolar AS) pada 2029.
Target itu tertuang dalam Indonesia–New Zealand Comprehensive Partnership Plan of Action (PoA) 2025–2029, yang akan diupayakan melalui optimalisasi perjanjian perdagangan internasional, seperti ASEAN–Australia–New Zealand Free Trade Area (AANZFTA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
Baca juga : Gisella Anastasia, Masih Mau Nikah Lagi
Menurut Budi, pertemuan ini juga menjadi momentum bagi Selandia Baru menyatakan dukungan terhadap proses aksesi Indonesia ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) dan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD).
“Pemerintah Indonesia mengharapkan dukungan tersebut mencakup pendampingan teknis, review substansi dan asistensi keahlian, mengingat pengalaman Selandia Baru yang aktif dalam kedua forum tersebut,” kata Budi.
McClay menegaskan komitmen negaranya untuk memperkuat kemitraan.
“Kami mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan Indonesia dan berharap kemitraan ini menjadi bagian dari solusi di tengah ketidakpastian perdagangan dunia,” harapnya.
Baca juga : Kasus Kuota Haji Naik Penyidikan, KPK Panggil Yaqut Lagi
Data Kementerian Perdagangan mencatat, periode Januari–Juni 2025, total perdagangan kedua negara mencapai 963,23 juta dolar AS atau sekitar Rp 15,65 triliun. Naik 21,56 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari jumlah itu, ekspor Indonesia tercatat 374,89 juta dollar AS (Rp 6,09 triliun) dan impor dari Selandia Baru 588,35 juta dollar AS (Rp 9,56 triliun).
Pada 2024, total perdagangan Indonesia–Selandia Baru mencapai 1,92 miliar dollar AS (Rp 31,2 triliun). Komoditas utama ekspor Indonesia adalah bungkil minyak, batubara, monitor dan proyektor, trafo listrik, serta kayu. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.