BREAKING NEWS
 

Kantongi Laba Rp 6,64 Triliun

Penjualan Setrum PLN Semester I-2025 Naik

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Selasa, 12 Agustus 2025 07:05 WIB
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. (Foto: Dok. PLN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN (Persero) mencatat kinerja positif pada semester I-2025. Perolehan laba melesat 32,8 persen. Capaian ini buah dari peningkatan penjualan setrum di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pertumbuhan penjualan listrik PLN mencapai 155,62 Terawatt hour (TWh) selama semester I-2025.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 4,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 149,11 TWh.

“Kami mengapresiasi atas dukungan yang terus diberikan Pemerintah dalam pencapaian tersebut,” jelas Darmo-sapaan Darmawan dalam keterangan resmi, Senin (11/8/2025).

Baca juga : Realisasi Investasi Energi Gaspol Jadi Rp 225,79 T

Darmo menegaskan, sinergi lintas lembaga menjadi kunci bagi perseroan dalam menjaga kinerja tetap solid di tengah tekanan geopolitik, dan ketidakpastian ekonomi global.

“Ini juga jadi bukti keberhasilan Pemerintah dalam menjaga kestabilan ekonomi, terlihat dari naiknya konsumsi listrik pelang­gan,” ucapnya.

Dengan perolehan konsumsi listrik tersebut, PLN berhasil mencetak laba periode berjalan senilai Rp 6,64 triliun sepanjang semester I-2025.

Perolehan laba tersebut me­lesat 32,8 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5 triliun.

Baca juga : Danau Cincin Kumuh Dan Banyak Sampah

Peningkatan laba ini seiring dengan naiknya pendapatan yang dibukukan perseroan. Pendapatan perusahaan setrum negara itu mencapai Rp 281,89 triliun per Juni 2025.

“Jumlah pendapatan ini naik 7,57 persen dibanding­kan periode yang sama tahun lalu, sebesar Rp 262,06 triliun,” sebut Darmo.

PLN juga mencatat sektor rumah tangga menjadi kontributor utama penjualan listrik, dengan konsumsi mencapai 67,14 TWh pada semester I-2025.

Jumlah tersebut tumbuh 5,13 persen year on year (yoy), atau meningkat 3,27 TWh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dan me­nyumbang 43,14 persen dari total penjualan listrik nasional.

Baca juga : Acha Septriasa, Slow Living Pasca Cerai

Sementara, konsumsi listrik di sektor industri tumbuh sebe­sar 2,66 persen secara tahunan, dengan volume mencapai 1.165 Gigawatt hour (GWh).

Adsense

Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan permintaan listrik dari pelanggan industri menengah. Khususnya di sektor makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, serta industri karet dan plastik.

Darmo menegaskan, transfor­masi menyeluruh yang dijalankan sejak 2020 telah memperkuat daya saing perusahaan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense