RM.id Rakyat Merdeka - Pertumbuhan tabungan haji PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI terus mengalami lonjakan.
Tercatat, tren tabungan haji di BSI naik 18,74 persen secara year on year (yoy) atau sekitar 6,18 juta rekening dengan dana mencapai Rp 14,2 triliun.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, capaian tersebut terus mendorong BSI untuk optimalisasi dana murah lewat tabungan haji.
“Hal itu diperkuat dengan positioning BSI sebagai bank syariah, tingginya potensi jemaah haji di Indonesia dengan masa tunggu yang relatif panjang,” katanya dalam acara Ngopi Media-Launching Tabungan Haji Berhadiah Umrah di Jakarta, Rabu (13/8/2025).
Anton meyakini, tren pendaftaran haji di BSI akan terus meningkat. Tak heran, BSI pun memiliki target ambisius tabungan haji mencapai Rp 1 triliun per bulan (One Month, One Billion).
“Kalau satu bulan itu Rp 1 triliun, maka pembukaan minimal sebesar 250 ribu rekening tiap bulan. Atau di setiap kantor cabang ditargetkan membuka sekitar 150 hingga 200 rekening calon jemaah haji per bulan,” ungkapnya.
Baca juga : Tabungan Simpel Bank Mandiri Tembus 2,8 Juta Rekening Tumbuh 15,27 Persen
Anton menambahkan, saat ini, realisasi program tersebut telah mencapai 51 persen dari target. Pembukaan rekening baru atau customer-based growth BSI sudah mencapai sekitar 130 ribu hingga 170 ribu rekening per bulan.
“Ini baru pertengahan tahun. Jadi sampai akhir tahun kami optimis bisa capai target,” yakinnya.
Lebih lanjut Anton mengatakan, setiap tahun Indonesia mengirim jemaah haji sekitar 221 ribu atau sekitar 1/1000 dari total populasi penduduk satu negara sesuai kebijakan pemerintah Arab Saudi.
Sementara, rata-rata jemaah haji Indonesia yang berangkat haji menggunakan Tabungan Haji BSI sebanyak 172 ribu jamaah atau sekitar 84,7 persen. Tahun 2023-2024 jumlah pendaftar haji di BSI naik 23 persen.
Sejalan dengan meningkatnya animo berhaji, masyarakat juga mulai sadar digital, mendaftarkan haji lewat aplikasi mobile banking di mana per posisi tahun 2024 sebanyak 42 persen.
Mengacu pada data Kementerian Agama, saat ini jumlah waiting list jamaah haji Indonesia mencapai 5,2 juta jamaah.
Baca juga : Pembiayaan Kendaraan Listrik BSI Tumbuh 64,88 Persen Per Juni 2025
“Dari jumlah tersebut, sebanyak 62,70 persen berasal dari BSI, atau sekitar 3,2 juta nasabah Tabungan Haji BSI saat ini sedang dalam antrean masa tunggu,” ucapnya.
Dia mengatakan, masa tunggu haji yang panjang harus dipersiapkan dengan baik. Dengan cara terus menabung dana persiapan pelunasan haji agar 15-25 tahun mendatang dana haji sudah siap.
Sementara biaya haji juga berpotensi naik sejalan inflasi dan perubahan nilai tukar. Masa tunggu haji di Indonesia antara 16-36 tahun bergantung pada wilayah.
“Inilah yang menjadi fenomena bergulir tiap tahunnya di masyarakat, bahwa terjadi penumpukan antrean masa tunggu haji di Indonesia,” kata Anton.
Kementerian Agama (Kemenag) mencatat, setiap tahun terdapat Jemaah haji yang gagal berangkat meskipun mereka telah masuk dalam kuota.
Penyebabnya antara lain keterlambatan atau ketidaksanggupan pelunasan biaya haji (Biaya Perjalanan Ibadah Haji/BIPIH), masalah kesehatan yang terdeteksi menjelang keberangkatan, dokumen yang tidak lengkap atau tidak valid dan kondisi sakit berat maupun meninggal dunia.
Baca juga : Beri Kemudahan Bertransaksi, Pengguna BRImo Tumbuh 21,2 Persen Capai 42,7 Juta User
Untuk itu, menghadapi fenomena tersebut, BSI terus mengedukasi masyarakat mempersiapkan dana tabungan haji sejak dini melalui berbagai program. Salah satunya, Program persiapan berhaji melalui disiplin menabung dengan autodebet (installment) minimal Rp100 ribu per bulan dan program blokir dana ‘Mabrur Extra Rezeki(MAXI).’
BSI juga mendorong percepatan peningkatan tabungan haji dengan meluncurkan program Tabungan Haji berhadiah Umrah.
Menurut Anton, program tersebut bertujuan mengajak masyarakat secara rutin mengatur cashflow keuangan yang baik, untuk mengalokasikan tabungan haji dengan terstruktur dan terencana.
“Supaya saat nanti pelunasan haji, dana telah siap tanpa harus repot menjual aset maupun mencari sumber pendanaan lainnya,” pungkas Anton.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.