RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadikan program Ekonomi Biru sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional.
Program ini diproyeksikan dapat mendorong kebangkitan sektor maritim Indonesia yang selama ini dinilai belum digarap optimal.
Baca juga : Rapat Malam-malam Di Hambalang, Prabowo Sikat Tambang Ilegal
Pakar maritim lulusan Institut Pertanian Bogor, Yulian Paonganan atau Ongen, menilai Ekonomi Biru memiliki cakupan luas.
“Ekonomi Biru tidak hanya bicara soal perikanan. Di dalamnya terdapat potensi besar seperti ocean renewable energy, migas, pelayaran, industri galangan kapal, hingga digitalisasi logistik maritim. Seluruh sektor itu dapat menjadi mesin penggerak ekonomi baru bila dikelola secara serius dan terintegrasi,” kata Ongen dalam keterangan pers, Kamis (21/8).
Baca juga : Perayaan HUT ke-80 RI Khidmat, Meriah & Merakyat, Prabowo Menahan Air Mata
Ia menegaskan perlunya perubahan cara pandang terhadap potensi laut. “Jangan lagi memandang ikan hanya sebagai hewan berbau amis. Ikan adalah sumber kekayaan yang nilainya bisa melampaui emas dan permata,” ujarnya.
Ongen menambahkan, agar program Ekonomi Biru berjalan optimal, pemerintah perlu menyinkronkan kebijakan antar-kementerian dan lembaga.
Baca juga : Daya Bumi Hadirkan Internet Komunitas Di Pati, Perkuat Ekonomi Digital Desa
“Tumpang tindih aturan di laut harus segera dibereskan, termasuk penataan institusi negara yang bertanggung jawab di sektor maritim. Dengan langkah itu, visi menjadikan Indonesia sebagai negara maritim berkelas dunia dapat benar-benar diwujudkan,” ucapnya.
“Jika tata kelola laut tertata dengan baik, bukan tidak mungkin Indonesia akan kembali jaya di lautan, sebagaimana kejayaan maritim Nusantara di masa lalu,” tegas Ongen.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.