BREAKING NEWS
 

Joglo Ayu Tenan, UMKM Binaan BI Yang Sukses Jaring Pasar Jepang Dan Singapura

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Jumat, 22 Agustus 2025 13:48 WIB
Pemilik Joglo Ayu Tenan Rahayu Dwiastuti saat menunjukkan kerajinan hasil kreasi UMKM, di Yogyakarta, Kamis (21/8/2025). (Foto: Dwi Ilhami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) memastikan, terus melakukan pembinaan intensif kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Yogyakarta, agar mampu meningkatkan kinerja dan naik kelas.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Darmadi Sudibyo mengungkapkan, saat ini terdapat 70 UMKM yang terdiri dari berbagai sektor yang menjadi binaan BI.

Melalui program pembinaan PI (Pengembangan Inkubasi), business matching, hingga berbagai pelatihan dan pendampingan, agar pelaku UMKM dapat berinovasi dan mengembangkan produk bisnisnya secara berkelanjutan.

Upaya pembinaan ini sudah dilakukan secara intensif, termasuk kunjungan dan pendampingan ke sejumlah pelaku UMKM.

“Dengan penguatan kapasitas yang kami lakukan, diharapkan UMKM bisa terus meningkatkan performa dan kualitas produk mereka,” ujarnya dalam kegiatan Pelatihan Wartawan bertajuk ‘Kebijakan BI Jaga Stabilitas dan Dorong Pertumbuhan,’ di Yogyakarta, Jumat (22/8/2025).

Baca juga : Pelita Air Resmikan Penerbangan Internasional Perdana Ke Singapura

Begitu juga dalam hal pembiayaan, BI juga aktif memfasilitasi kegiatan business matching antara UMKM dengan perbankan.

Meski angka kredit secara spesifik belum dapat dipaparkan, BI menegaskan bahwa progres pembiayaan terus berjalan seiring dengan kebutuhan UMKM yang sedang mengembangkan usahanya.

“Program pelatihan juga mencakup pembekalan, agar pelaku UMKM mampu mengakses pembiayaan dari perbankan dengan lebih mudah,” katanya.

Selain pembinaan business matching , BI juga bekerja sama dengan dinas terkait seperti Dinas Perdagangan dan Dinas UMKM untuk mendampingi pelaku usaha mengikuti berbagai event, misalnya pameran KKI (Karya Kreatif Indonesia).

Adsense

Pendampingan tersebut terbukti memberikan dampak positif, terutama dalam memperluas jaringan pasar dan meningkatkan penjualan produk UMKM.

Baca juga : Relawan BUMN Di Bintan Lakukan Konservasi Dugong Dan Ekosistem Laut

Diakui Sudibyo, UMKM masih menghadapi kendala, terutama dalam pengurusan perizinan yang terkadang memperlambat pengembangan usaha dan ekspor produk.

“Namun BI berkomitmen, terus menggalang kolaborasi dengan berbagai instansi terkait. Termasuk Bea Cukai dan Dinas Perdagangan, untuk mengurai hambatan tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, dalam kunjungan salah satu UMKM binaan BI, Joglo Ayu Tenan yang merupakan usaha fashion aksesoris aksesoris ramah lingkungan hingga kini berkembang menjadi komunitas hingga makerspace merasakan manfaat besar dari adanya pembinaan hingga pelatihan dari BI.

“Dengan usaha dan kerja keras serta dukung beberapa pihak termasuk BI, Alhamdulillah Joglo Ayu mampu memproduksi hingga 500 produk per bulan, dan meningkatkan volume penjualan hingga 50 persen atau sekitar puluhan juta,” kata Pemilik Joglo Ayu Tenan Rahayu Dwiastuti saat ditemui RM.id, di Yogyakarta, Kamis (21/8/2025).

Produk unggulan Joglo Ayu meliputi aksesoris, jewelry seperti kalung, gelang, anting, dan bando, hingga fashion yang telah mendapatkan sertifikasi CHSE (Clean, Health, Safety and Environment).

Baca juga : HUT Ke-80 RI, Menag Jalan Bareng Tokoh Agama di Lapangan Banteng

Selain fokus pada produk fashion, Joglo Ayu juga menciptakan aktivitas wisata (tourist activity) yang memungkinkan pengunjung merasakan pengalaman langsung, seperti melukis dan membuat kerajinan tangan.

“Usaha kami juga berperan sebagai agregator UMKM, khususnya memberdayakan pelaku disabilitas dalam pembuatan aksesoris,” tuturnya.

Produk-produk ini berhasil menembus pasar internasional, terutama di Jepang dan Singapura. Bahkan sering menjadi bahan penelitian bagi mahasiswa yang difasilitasi untuk menerapkan ilmu desain.

Pihaknya mendapat orderan berupa custom syal dari corak daun kopi serta aksesoris. Sementara di Singapura, permintaan aksesoris dan jewelry banyak diminati.

“Untuk konsumen di Jepang, nanti Oktober kami kirim sample Oktober tahun ini, untuk produksi tahun depan sekitar 20 item namun berapa banyaknya belum tahu. Kalau ke Singapura kami aksesoris sebanyak 30 jenis,” ujar Dwiastuti.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense