BREAKING NEWS
 

Rencana KAI Diyakini Beri Efek Positif

Kereta Petani Bakal Kerek Ekonomi Dan Rem Urbanisasi

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Selasa, 2 September 2025 06:35 WIB
Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indo­nesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno. (Foto: Instagram/djoko_setijowarno)

 Sebelumnya 
Hasil pertanian yang diang­kut, seperti pisang, ketela, cabe, jagung, petai, jengkol, daun pisang, aneka sayur-sayuran.

Sedangkan dagangan yang dibawa pedagang, seperti nasi merah, nasi uduk dan nasi putih beserta lauk pauk.

Barang dagangan dan hasil bumi itu berjajar rapi di peron yang disiapkan dua jam sebelum kereta berhenti.

“Dalam waktu 2 menit, semua barang dan hasil bumi itu harus segera masuk ke dalam kereta. Rata-rata petani dan pedagang itu sudah lebih 20 tahun bermo­bilitas menggunakan kereta,” bebernya.

Baca juga : Menperin: Industri Butuh Iklim Kondusif

Nantinya, bila kereta khusus ini beroperasi, PT KAI bisa mengatur waktu henti di stasiun.

Dia menyarankan, waktu­nya bisa diatur hingga 5 menit. Kereta juga tidak harus berhenti di semua stasiun dari Rangkasbi­tung hingga Tanah Abang.

“Cukup berhenti di stasiun yang berpotensi menaikkan dan menurunkan hasil bumi dan barang dagangan saja,” imbaunya.

Ia meyakini, dengan kemudahan mobilitas tersebut, para petani dan pedagang pun dapat meningkatkan omzet atau pendapatannya.

Baca juga : ASN, Driver Ojol Hingga Pelajar Gotong Royong

Sebagai informasi, PT Kereta Api Indonesia berencana melun­curkan kereta petani-pedagang dari pusat produksi ke pusat niaga. Sebagai proyek awal, kereta akan melayani rute Rang­kasbitung di Kabupaten Lebak menuju Tanah Abang, Jakarta.

Di kesempatan berbeda, Wakil Menteri Badan Usaha Mi­lik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, layanan tersebut dihadirkan untuk membantu mobilitas petani dan pedagang, sekaligus mendorong perekonomian masyarakat desa.

“Segera kami launching, su­paya bisa menampung masyara­kat yang membawa hasil dagangan dari daerah ke Jakarta,” kata pria yang akrab disapa Tiko di Jakarta, Senin (25/8/2025).

Sebelumnya, Vice President (VP) Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan, pi­haknya telah melakukan inovasi berupa pengembangan Kereta Penumpang Kelas Ekonomi (K3) Khusus Petani-Pedagang, yang saat ini tengah dimodi­fikasi di UPT (Unit Pelaksana Teknis) Balai Yasa di Surabaya, Jawa Timur.

Baca juga : Di KPK, Yaqut Dicecar Lagi Selama Tujuh Jam

Ia mengaku, konsep kereta ini sudah dibahas sejak Mei 2024 dan diwujudkan melalui modi­fikasi sarana

Desainnya mengedepankan kemudahan akses dan ruang angkut lebih luas. Tempat duduk dipasang sejajar di sisi kiri dan kanan, sehingga ruang tengah lapang untuk hasil pertanian atau barang dagangan.

“Sekaligus memudahkan pergerakan di dalam kereta,” jelas Anne, beberapa waktu lalu. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense