Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Saran Presiden Bersama Ketum Parpol
Parlemen Undang Masyarakat Dan Mahasiswa Dialog Langsung
Senin, 1 September 2025 07:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto mengambil sejumlah langkah strategis demi meredam aksi unjuk rasa yang terjadi di berbagai daerah. Minggu (31/8/2025) siang, Presiden mengundang para ketua umum partai politik dan 3 pimpinan lembaga di parlemen (MPR-DPR-DPD) ke Istana Negara, Jakarta. Setelah mendengarkan banyak masukan, Presiden meminta Parlemen undang masyarakat dan mahasiswa berdialog langsung untuk menyampaikan aspirasi.
Satu-persatu pimpinan partai tiba di Istana Negara, Jakarta, mulai pukul 11.00 WIB. Mereka masuk melalui Pintu Pilar dan berjalan ke lingkungan Kantor Presiden.
Mereka yang datang adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang didampingi Sekretaris Jenderal PKB Hasanuddin Wahid, Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Dewan Pembina Partai Gerindra sekaligus Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani.
Partai Demokrat diwakili Wakil Ketua Umum Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono dan Sekjennya Herman Khaeron. Ibas hadir mewakili sang kakak Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Ketum Demokrat yang berhalangan hadir karena penugasan Presiden ke China.
Baca juga : Presiden Batal ke China, Kepala Daerah Dilarang ke Luar Negeri
Selain itu, hadir juga Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Sekjen PKS Muhammad Kholid, hingga Ketua Umum PDIP yang juga Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri. Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamuddin hadir mewakili lembaga masing-masing.
Setelah pertemuan, Prabowo menggelar konferensi pers. Dalam video yang ditayangkan live di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo hanya didampingi 10 tokoh politik. Di sebelah kanan Prabowo, ada Muzani, Puan, Sultan Najamuddin, Ibas, dan Kholid. Di sebelah kiri Prabowo ada Megawati, Bahlil, Muhaimin, Zulhas, dan Paloh.
Prabowo yang mengenakan kemeja putih dengan peci hitam, bicara selama lebih kurang 14 menit. Presiden mengungkapkan banyak hal. Suaranya bergetar, seperti kelelahan. Salah satu hal yang disampaikan, yakni pesan kuat untuk para Ketua Umum Parpol dan Parlemen.
Pesan Prabowo, parlemen harus undang publik, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan kelompok lainnya untuk dialog langsung, menyampaikan keluhan dan aspirasinya.
Baca juga : Hidayat Nur Wahid: Momentum Memperbaiki Penganggaran Dan Kinerja
Ditegaskan Presiden, penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional yang wajib dihormati dan difasilitasi.
“Saya akan meminta pimpinan DPR RI segera mengundang tokoh-tokoh masyarakat, tokoh mahasiswa, dan kelompok-kelompok yang ingin menyampaikan aspirasi, agar bisa diterima dengan baik dan berdialog langsung,” tekan Prabowo dengan suara tegas.
Presiden juga menyampaikan, sejumlah kebijakan DPR RI telah disepakati dicabut. Termasuk besaran tunjangan anggota DPR RI dan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri.
Selain itu, kata Presiden, para pimpinan DPR dan pimpinan partai politik telah mengambil langkah tegas terhadap anggota mereka yang menyampaikan pernyataan yang bikin polemik dan kegaduhan. Pimpinan partai mencabut status keanggotaan pada kader-kadernya di DPR terhitung mulai 1 September 2025.
Baca juga : Lucius Karus: Evaluasi Belum Cukup, Masih Sebatas Retorika
“Dan juga para pimpinan DPR telah berbicara, dan para ketua umum partai politik telah menyampaikan, bahwa para anggota DPR harus selalu peka dan berpihak pada kepentingan rakyat,” ujarnya dengan naga tegas.
Kepada kementerian dan lembaga, Prabowo menginstruksikan untuk terbuka menerima kritik dan masukan dari masyarakat. “Terima utusan kelompok-kelompok yang ingin menyampaikan kritik, koreksi, dan masukan demi perbaikan jalannya pemerintahan,” pesan Prabowo.
Kepada aparat yang bertugas, Kepala Negara meminta untuk melindungi masyarakat, menjaga fasilitas umum yang dibangun dengan duit rakyat, serta menegakkan hukum terhadap setiap pelanggaran yang mengancam kehidupan publik luas.
“Kepada pihak Kepolisian dan TNI, saya perintahkan ambil tindakan yang setegas-tegasnya terhadap perusakan fasilitas umum, penjarahan rumah individu, dan sentra-sentra ekonomi, sesuai hukum yang berlaku,” ujar purnawirawan jenderal bintang 4 ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya