Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kerusuhan Turunkan Optimisme Pelaku Usaha
Menperin: Industri Butuh Iklim Kondusif
Selasa, 2 September 2025 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kinerja sektor industri manufaktur Indonesia kembali memasuki fase ekspansi pada Agustus 2025 setelah lima bulan berturut-turut tertekan. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia mencapai 51,5. Angka ini naik 2,3 poin dari Juli yang berada di level 49,2.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kenaikan ini mencerminkan kepercayaan pelaku industri semakin tinggi. Serta ketahanan sektor manufaktur di tengah dinamika politik dan ekonomi global.
“Kami menyambut baik laporan PMI manufaktur bulan ini yang menunjukkan ada pemulihan kinerja manufaktur nasional. Peningkatan ini didorong oleh bertambahnya pesanan baru, baik dari pasar domestik maupun ekspor, serta meningkatnya aktivitas pada produksi,” jelas Agus di Jakarta, Senin (1/9/2025).
Secara teknikal, penguatan PMI terutama ditopang kenaikan pesanan baru dari 48,3 pada Juli menjadi 52,3. Termasuk pertumbuhan pesanan ekspor baru yang naik ke 51,2. Aktivitas produksi juga meningkat signifikan ke 52,6.
Baca juga : ASN, Driver Ojol Hingga Pelajar Gotong Royong
Perusahaan tercatat menambah tenaga kerja, meningkatkan pembelian bahan baku, serta mencatat perbaikan pada waktu pengiriman pemasok.
Namun, Agus mengingatkan pentingnya stabilitas nasional untuk menjaga tren positif ini.
“Industri butuh kondisi yang kondusif menjalankan operasionalnya. Situasi yang mengarah ke destabilisasi, makar, atau kerusuhan dikhawatirkan akan menurunkan kembali tingkat optimisme para pelaku industri,” katanya.
Menurut Agus, PMI hanya menjadi salah satu indikator tambahan.
Baca juga : Di KPK, Yaqut Dicecar Lagi Selama Tujuh Jam
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan industri pengolahan non-migas tumbuh 5,60 persen (year on year) pada kuartal II-2025 dan berkontribusi 16,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Sementara, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2025 tercatat 53,55. Ini naik 0,66 poin dibandingkan Juli.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arief menilai, capaian tersebut sejalan dengan data BPS.
“Hasil IKI sejalan dengan data pertumbuhan industri yang dirilis oleh BPS, sehingga dapat menjadi acuan valid dalam menilai kondisi aktual sektor manufaktur nasional,” ucapnya.
Baca juga : Dikalahkan Liverpool, Arsenal Malah Bangga
Febri menambahkan, investasi baru di sektor manufaktur menunjukkan tren positif. Pada semester I-2025 tercatat 1.690 perusahaan tengah membangun fasilitas produksi, dengan total nilai investasi Rp 930,25 triliun. Proyek ini diproyeksikan menyerap 332.298 tenaga kerja.
“Penyerapan (tenaga kerja) di manufaktur itu lebih banyak dibandingkan dengan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terjadi di semua sektor,” katanya.
Meski demikian, industri masih menghadapi tantangan, antara lain pasokan gas industri yang sempat tersendat pada pertengahan Agustus 2025. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya