BREAKING NEWS
 

Usul Hanya Dimatikan Untuk Pelanggar Hukum

UMKM Minta Live TikTok Tetap On Untuk Jualan

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Kamis, 4 September 2025 06:35 WIB
Fitur live TikTok di Indonesia sempat dimatikan. (Foto: Pexels/cottonbro studio)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menyarankan TikTok agar menonaktifkan fitur live secara terbatas, yakni cukup terhadap akun yang melanggar hukum. Dengan demikian, para pedagang bisa menggunakan fitur tersebut untuk berjualan.

Fitur live TikTok di Indonesia sempat dimatikan sejak Sabtu malam (30/8/2025).

Executive Director di FOKUS UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) Ari Prabowo menyayangkan, pihak TikTok sem­pat mematikan sementara fitur live dalam platformnya.

Sebab, platform tersebut kerap dimanfaatkan masyarakat dan pelaku usaha untuk menjual produknya.

Baca juga : Pasokan Pangan Untuk Pasar Dan Ritel Terkendali

“Beberapa tahun lalu, ke­tika ada pandemi Covid, pelaku usaha disuruh beralih ke digital. Sekarang, platform untuk jualan malah dibatasi. Kalau nggak bisa jualan, kan rugi,” cetus Ari ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut Ari, bila pengguna TikTok menayangkan infor­masi atau video yang melanggar aturan, seperti pada saat unjuk rasa akhir pekan lalu, maka penonaktifan dapat dilakukan secara terbatas saja.

“Artinya, hanya akun-akun tertentu yang menyiarkan live konten unjuk rasa. Kalau dini­lai tak sesuai aturan, ya silakan dinonaktifkan. Ada proses fil­terisasi. Bukan dimatikan total,” protesnya.

Ia berharap, Pemerintah mau­pun pengelola platform TikTok membuat kebijakan yang tidak merugikan penggunanya.

Baca juga : Pram Patok Perbaikan Rampung 9 September

“Memang belum ada data, bera­pa UMKM yang terdampak. Tapi kalau tidak bisa berjualan di plat­form ini, sebaiknya mereka mencari alternatif (platform) lain guna menekan kerugian,” sarannya.

Pandangan senada dikatakan Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda. Menurutnya, penonaktifan fitur live di TikTok bisa men­imbulkan kerugian besar bagi ekosistem ekonomi digital, walau hanya beberapa hari.

Bila mengacu pada data dari Statista, kata dia, 4 dari 10 orang sudah berbelanja via live shop­ping, dengan pertumbuhan live shopping mencapai 30 persen.

Artinya, lanjut Nailul, ini telah menimbulkan kerugian dari sisi pelaku UMKM yang selama ini memanfaatkan fitur live untuk berjualan.

Baca juga : KPK Sita 15 Mobil Tersangka, Dititipkan Di Rupbasan Cirebon

“Bahkan, penurunan pen­jualannya bisa sampai sebesar 40 persen. Apalagi bagi affilia­tor yang selama ini juga meman­faatkan live shopping,” ujar Huda kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurutnya, dengan penon­aktifan tersebut, mereka tidak mendapatkan penghasilan harian.

Adsense

“Bagi platform atau PSE (Pe­nyelenggara Sistem Elektronik), kebijakan menutup live stream­ing tidak tepat,” kritiknya.

Karena sebagian masyarakat ataupun UMKM telah meman­faatkan platform, seperti TikTok sebagai ladang pencaharian.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense