Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Dua organisasi pemuda Islam terbesar: Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Pemuda Muhammadiyah, kompak menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat hingga pelosok, untuk melindungi warga dari ancaman perusuh dan provokator. Terutama, sejak aksi unjuk rasa 28 September 2025 meluas ke berbagai wilayah Indonesia.
Pada Senin malam (1/9/2025), GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta. Organisasi pemuda lainnya juga datang. Semuanya tergabung dalam Organisasi Pemuda Lintas Iman. Pertemuan diisi dengan dialog dan penyampaian aspirasi menyikapi kondisi bangsa terkini.
Yang hadir dalam pertemuan itu adalah Ketua Umum GP Ansor Adin Jauharudin, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla, Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Gusma, Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat Martin Philip Sinurat, Ketua Umum Pemuda Khonghucu Kris Tan, Ketua Umum Pemuda Peradah Putu Yoga Saputra, Wakil Ketua Umum Pemuda Gemabudhi Wiryawan, Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Masri Ikoni, dan Ketua Umum Gema Mathla'ul Anwar Ahmad Nawawi.
Menindaklanjuti pertemuan itu, GP Ansor menginstruksikan seluruh kader menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Seluruh pengurus di berbagai level diminta gotong royong menjaga lingkungannya masing-masing dari perusuh.
"Mari seluruh kader bergotong royong bersama masyarakat menjaga kedamaian dan kondisi sosial. Jaga kampung masing-masing, jaga aset ekonomi, batasi ruang gerak provokator yang ingin merusak desa-desa maupun daerah kita. Ini untuk mempercepat pemulihan kehidupan ekonomi masyarakat," ucap Adin, dalam keterangannya, kepada Rakyat Merdeka, Selasa (2/8/2025).
Sinergi antar elemen masyarakat, kata Adin, amat penting. Jika tokoh lintas agama, pemimpin ormas, dan seluruh elemen masyarakat bersatu, stabilitas nasional akan terjaga.
Baca juga : Jaga Perasaan Rakyat, Pejabat Dilarang Gelar Pesta Mewah dan Flexing
Dia menegaskan, masyarakat tak perlu ragu menyuarakan aspirasi. Namun, harus disampaikan dengan cara bermartabat dan sesuai aturan. "Kalau sudah merusak fasilitas, tentu akan merugikan semua," ucap Adin.
Dia juga meminta para kader GP Ansor mengajak elemen pemuda untuk bersama-sama menjaga keharmonisan dan kerukunan di kampungnya masing-masing. "Mari jaga bersama Indonesia tercinta," kata dia.
Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla menegaskan, pihaknya siap melindungi warga dengan menjaga keamanan dan ketertiban hingga ke pelosok. Ini demi memastikan situasi tetap kondusif, meski saat ini aksi demonstrasi mulai reda.
"Kami sudah minta koordinator keamanan untuk menggelar rapat koordinasi. Mulai mengatur pasukan jaga di kampung-kampung dan perbatasan wilayah, untuk memproteksi warga dari gerakan provokator," kata Dzulfikar, kepada Rakyat Merdeka, Selasa (2/9/2025).
Pihaknya juga mengajak dialog para tokoh-tokoh keagamaan dan elemen lain, sembari meningkatkan patroli siber demi menangkal provokasi SARA. Dzulfikar mendukung Presiden Prabowo menugaskan aparat keamanan, baik Polri, TNI, maupun BIN, bekerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban dengan terukur, serta tidak bertindak represif kepada masyarakat yang melakukan aksi demo damai.
"Kami mendukung tindakan tegas para pelaku aksi anarkis yang memicu huru-hara, serta melakukan perusakan, pembakaran, dan penjarahan," tegasnya.
Baca juga : Tenangkan Pasar, Airlangga: Fundamental Ekonomi Kita Tangguh
Pihaknya juga meminta Pemerintah secara aktif dan rutin membangun ruang komunikasi dan dialog bersama para tokoh masyarakat, pemuda, agama, dan adat, baik di tingkat nasional ataupun daerah. "Ini penting untuk menyatukan visi dan konsolidasi gagasan program-program strategis pemerintah, agar semakin cepat meluas dan berdampak," tegas Dzulfikar.
Ketua Umum PP Pemuda Katolik Stefanus Gusma menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Prabowo dalam mendengar beragam aspirasi masyarakat. Dalam pembacaan deklarasi bersama, Organisasi Pemuda Lintas Iman menyampaikan sejumlah maklumat. Di antaranya: evaluasi gaya komunikasi pejabat agar lebih empatik, aparat keamanan bertugas secara terukur, menindak tegas aksi anarkistis, jaminan kebebasan beribadah serta kemudahan pendirian rumah ibadah, penundaan kenaikan pajak bumi dan bangunan, pencegahan PHK, kepastian upah layak, percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset, serta mendukung penuh implementasi program Asta Cita Presiden Prabowo.
Deklarasi Serentak
Organisasi Pemuda Lintas Iman juga menggelar deklarasi serentak di berbagai provinsi. Di Jawa Tengah (Jateng), deklarasi digelar disertai dengan doa lintas agama di Wisma Perdamaian, Kota Semarang.
Dalam deklarasi, para pemuda ini mengimbau masyarakat Jateng, khususnya kader yang tergabung dalam Organisasi Pemuda Lintas Iman, untuk tenang, menahan diri, serta tidak terprovokasi. Selain itu, bijak menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang beredar melalui media sosial.
"Jaga Jawa Tengah dari perusuh agar tetap rukun, tentram, dan harmonis," kata Ketua PW GP Ansor Jateng, Muchammad Shidqon.
Di Kalimantan Timur (Kaltim), Organisasi Pemuda Lintas Iman berkumpul dan menegaskan komitmen jaga kedamaian dan menolak anarkisme. Mereka meminta para tokoh agama melakukan pendekatan persuasif agar masyarakat tak terpancing ajakan provokatif. Baik dari media sosial, pesan berantai, maupun berita hoaks. Selain itu, mengajak memperkuat persatuan, toleransi, dan solidaritas lintas suku, agama, maupun golongan.
Baca juga : Soros Cawe-cawe Demo Ricuh Di Indonesia
"Jaga daerah masing-masing dari bentuk aksi anarkisme, perusakan fasilitas umum," tutur Ketua Pemuda Muhammadiyah Kaltim Adam Muhammad.
Di Nusa Tenggara Barat (NTB), Pemuda Muhammadiyah menyiagakan Kokam dan seluruh kader untuk menjaga warga dari provokator dan perusak fasilitas umum. Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) NTB Ilham mengatakan, instruksi ini berlaku bagi seluruh Pimpinan Daerah, anggota, dan kader, termasuk Komandan Kokam se-NTB.
"Kader bergerak proaktif sekaligus preventif, mencegah sebelum terjadi kerusakan. Mengamankan aset warga Muhammadiyah, penjagaan fasilitas vital dan umum, hingga berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat," tegasnya.
Dari Riau, Ketua PW GP Ansor Riau Khoirul Huda menyiapkan kadernya untuk bersama masyarakat menolak segala bentuk penggiringan isu SARA yang berpotensi memecah belah.
"Kader yang tergabung dalam Organisasi Pemuda Lintas Iman di seluruh wilayah Riau, khususnya GP Ansor, bergotong royong bersama masyarakat menjaga fasilitas umum, membangun dialog dengan tokoh agama dan masyarakat, serta membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi warga di daerah masing-masing," pesannya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya