BREAKING NEWS
 

Kemenperin Dukung GTM-Mindray Produksi Ventilator Lokal, Bidik Pasar Global

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 8 September 2025 20:10 WIB
Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kementerian Perindustrian, Solehan (tengah) bersama Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Lucia Rizka Andalucia (kanan) serta Direktur Marketing dan Keuangan PT Graha Teknomedika, Febie Yuriza Poetri memberikan keterangan kepada wartawan seusai peluncuran produk ventilator dan mesin anestesi di PT. Graha Teknomedika, Depok, Jawa Barat, Senin (8/9/2025). (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya untuk memperkuat industri alat kesehatan (alkes) nasional agar lebih inovatif, berdaya saing, dan mampu memenuhi kebutuhan domestik maupun global. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan mitra swasta dan internasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut, industri alat kesehatan termasuk sektor prioritas yang berpotensi menjadi penyumbang besar terhadap perekonomian. “Industri alat kesehatan diharapkan berkontribusi besar dalam PDB nasional dalam beberapa tahun mendatang,” ujarnya, Senin (8/9).

Agus optimistis, semangat gotong royong dan inovasi pelaku industri dalam negeri akan menjadi fondasi penting menuju visi Indonesia Emas 2045. “Inisiatif seperti ini bukan hanya soal produksi alat, tetapi tentang menyelamatkan nyawa, memperkuat sistem kesehatan nasional, dan membangun ketahanan ekonomi di tengah tantangan global,” tuturnya.

Baca juga : GTM Dan Mindray Produksi Ventilator Lokal, Dorong Kemandirian Alkes Nasional

Sebagai bentuk nyata, Kemenperin mengapresiasi sinergi PT Graha Teknomedika (GTM) dengan Mindray Medical International Limited dalam memproduksi dua jenis ventilator (SV300 dan SV800) serta tiga tipe mesin anestesi (WATO EX-35, EX-65 PRO, dan A8).

Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kemenperin, Solehan menyebut, produksi tersebut sejalan dengan roadmap Making Indonesia 4.0, yang menempatkan sektor alat kesehatan sebagai salah satu pilar transformasi menuju ekonomi berbasis teknologi tinggi.

Adsense

“Nilai ekspor mesin anestesi melonjak dari 354 ribu dolar AS pada 2022 menjadi 5,84 juta dolar AS pada 2024. Sementara ekspor ventilator mencapai 10,37 juta dolar AS pada 2024,” ungkap Solehan.

Baca juga : PDC Resmikan Rumah Produksi Pengolahan Tempe di Pesantren Indramayu

Solehan menuturkan, Kemenperin mendukung pengembangan industri alkes berteknologi tinggi melalui pelatihan SDM di bidang desain, produksi, material analysis, pengujian, hingga penerapan industri 4.0. “Kami ingin tercipta tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong belanja produk dalam negeri lewat program P3DN, membina industri komponen, serta memperkuat rantai pasok agar tercipta ekosistem yang terintegrasi.

Lebih lanjut, kolaborasi GTM-Mindray diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada impor sekaligus membuka peluang ekspor. “Kini, dengan hadirnya produksi dari dalam negeri, kita tidak hanya mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga menciptakan multiplier effect berupa lapangan kerja baru, peningkatan R&D domestik, dan potensi ekspor ke ASEAN maupun global,” ujarnya.

Baca juga : 5 Keunggulan Prodi Manajemen Unika Atma Jaya, Siap Hadapi Tantangan Global

Kemenperin juga menyiapkan berbagai insentif, mulai dari tax holiday, tax allowance, hingga super deduction tax, untuk mempercepat pertumbuhan industri alat kesehatan. Pemerintah pun aktif mendorong investasi langsung (FDI) yang fokus pada transfer teknologi dan pelatihan vokasi berbasis Industri 4.0, seperti otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) dalam perangkat medis.

“Melalui kolaborasi PT Graha Teknomedika dan Mindray, kita melangkah menuju kemandirian industri alat kesehatan nasional yang berdaya saing demi kesejahteraan masyarakat Indonesia,” pungkas Solehan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense