Sebelumnya
Tanpa penguatan modal pada tahun ini, lanjut Piter, maka kinerja BTN tidak akan optimal dalam menangkap peluang besar di sektor properti maupun mendukung program Pemerintah.
“BTN adalah ujung tombak Pemerintah dalam program penyediaan rumah rakyat, khususnya bagi kelompok masyarakat menengah bawah,” katanya.
Apalagi, sambungnya, sektor properti dan otomotif menjadi indikator kebangkitan sektor riil secara keseluruhan.
Baca juga : Terus Tambah Lahan Pertanian, Pemerintah Pede 2025 Swasembada Pangan
Ditambah lagi sektor properti itu memiliki multiplier effect terhadap lebih dari 170 industri turunan yang menaungi lebih 20 juta tenaga kerja.
“Maka, diharapkan terus tumbuh membantu ekonomi dalan negeri,” tutupnya.
Gelar RUPSLB
Setelah berhasil mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Victoria Syariah untuk perubahan nama BTN Syariah menjadi Bank Syariah Nasional (BSN), BTN akan melaksanakan RUPSLB dalam rangka meminta persetujuan pemegang saham atas pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) dan penggabungan ke BSN sebagai bank cangkang.
Baca juga : Tap In Sudah Normal Mushalla Masih Rusak
Menurut Nixon, spin off dapat mempercepat pertumbuhan BSN karena akan menarik lebih banyak dana masyarakat dari segmen syariah, sehingga akan memiliki kapabilitas untuk tumbuh lebih tinggi dibanding saat masih berbentuk UUS.
Hingga semester I-2025, total aset UUS BTN mencapai Rp 65,56 triliun, naik 18,0 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 55,54 triliun.
Peningkatan aset tersebut ditopang oleh ekspansi pembiayaan yang konsisten, dengan nilai penyaluran pembiayaan mencapai Rp 48,46 triliun, naik 17,0 persen yoy dibandingkan semester I-2024 yang sebesar Rp 41,41 triliun.
Baca juga : Usut Duit Korupsi Pengadaan Iklan BJB Untuk Pilkada, KPK: Follow The Money
Kepercayaan masyarakat juga terus meningkat, terlihat dari pertumbuhan DPK yang mencapai 19,8 persen yoy menjadi Rp 55,23 triliun pada akhir paruh pertama 2025, dibandingkan Rp 46,09 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Adapun total laba bersih BTN Syariah tercatat sebesar Rp 401 miliar pada akhir Juni 2025, naik 8,3 persen yoy jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 370 miliar. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.