Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Usut Duit Korupsi Pengadaan Iklan BJB Untuk Pilkada, KPK: Follow The Money
Jumat, 12 September 2025 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut kemungkinan adanya penggunaan aliran uang dugaan korupsi pengadaan iklan di bank BJB untuk keperluan Ridwan Kamil (RK) dalam Pilkada DKI Jakarta.
“Sedang kita dalami ke mana lagi, digunakan untuk apalagi, termasuk apakah digunakan untuk keperluan politik dan lain-lain,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Brigjen Asep Guntur Rahayu, di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Rabu (10/9/2025) malam.
Asep menyatakan, penyidik menggunakan metode follow the money untuk menelusuri aliran uang yang diduga dari hasil korupsi tersebut.
Baca juga : Tuding Pemain Italia Hina Pemainnya, Timnas Israel Lebay!
Salah satunya, dengan memeriksa sejumlah saksi. Di antaranya, Lisa Mariana dan putra Presiden Ke-3 RI, BJ Habibie, yakni Ilham Akbar Habibie.
Sebelumnya Asep mengungkapkan, saat menjabat Gubernur Jawa Barat (Jabar), RK meminta dana non-budgeter kepada jajaran direksi dan komisaris BJB.
“Bagaimana saudara RK bisa mendapatkan uang? Pada saat itu yang bersangkutan menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat,” ujar Asep, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (9/9/2025) malam.
Baca juga : Ranking Aldila Melorot, Janice Merangkak Naik
Dana non-budgeter itu diperoleh dari selisih bayar pengadaan iklan yang dilakukan BJB. Pihak perusahaan agensi diduga mengembalikan selisih tersebut melalui divisi corporate secretary (corsec) Bank BJB.
“Ini yang salah satunya diminta oleh oknum pejabat di Provinsi Jawa Barat itu,” tuturnya.
Uang itu, diduga digunakan RK untuk keperluan pribadinya. Di antaranya, membeli mobil milik Presiden ke-3 RI BJ Habibie, lewat anaknya, Ilham Akbar Habibie.
Baca juga : 7 Pekerja Terjebak Di Pertambangan Freeport
“Uang itu sudah dipindahkan dalam bentuk barang. Salah satunya dibelikan mobil Mercy yang atas nama orang tua saudara IH ini,” ungkapnya.
Selain itu, Asep menyebut, uang ini juga diduga diberikan kepada pihak-pihak lain. Salah satunya, selebgram Lisa Mariana. Sebaran uang inilah yang tengah ditelusuri penyidik.
“Kita manggil saudari LM, itu bukan dalam rangka cari sensasi, memang kita menduga ada aliran di sana,” tandas Asep.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya