Dark/Light Mode

Analisa Ryan Kiryanto, Purbaya Bisa Langsung Lari

Kamis, 11 September 2025 07:35 WIB
Ekonom Senior Ryan Kiryanto. (Foto: Facebook/Ryan Kiryanto)
Ekonom Senior Ryan Kiryanto. (Foto: Facebook/Ryan Kiryanto)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ekonom Senior Ryan Kiryanto menilai, keputusan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani sebagai langkah yang tepat. Menurut Ryan, Purbaya punya rekam jejak panjang di bidang keuangan. Sehingga bisa langsung bekerja tanpa perlu waktu belajar.

“Pertama, saya apresiasi kepada Bu Sri Mulyani yang sudah membantu Presiden, dari era Pak Jokowi sampai Pak Prabowo. Dan kita juga harus apresiasi keputusan Presiden menetapkan Pak Purbaya sebagai Menkeu yang baru. Itu tentu lewat kalkulasi yang matang,” kata Ryan kepada Rakyat Merdeka, Selasa (10/9/2025).

Menurut Ryan, Purbaya punya riwayat pendidikan dan karier yang mumpuni. Purbaya lulusan S1 di Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB). Lalu terbang ke Amerika Serikat untuk meraih gelar Master dan doktor (Ph.D.) di bidang ekonomi dari Purdue University.

Karier profesionalnya tak kalah cemerlang. Purbaya lama berkiprah di Danareksa Sekuritas. Mulai dari ekonom senior, Kepala Riset Ekonomi hingga akhirnya menduduki kursi direktur utama. Pengalamannya lanjut ke pemerintahan. Purbaya pernah menjadi staf khusus di sejumlah kementerian, lalu menjabat Deputi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kemenko Marves pada periode kedua Presiden Jokowi. 

Baca juga : Soal Gaya Bicara, Menkeu Baru Dinasihati Ulama, Politisi, dan Ekonom

Puncaknya, Purbaya ditunjuk sebagai Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Kata Ryan, posisi itu otomatis membawanya duduk sebagai anggota Ko mite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Kepala OJK, Gubernur BI, dengan Menteri Keuangan sebagai ketua.

“Jadi ketika sekarang beralih menjadi Menkeu sekaligus Ketua KSSK, beliau enggak akan canggung. Langsung lari,” tegas Ryan.

Mantan Corporate Secretary BNI ini menilai, Presiden memang butuh Menkeu yang bisa langsung lari di tengah tekanan global. Seperti risiko geopolitik dan kenaikan tarif dagang Amerika Serikat. “Pak Presiden butuh figur yang bisa dipercaya dan langsung kerja. Dan itu ada pada Pak Purbaya,” ucapnya.

Ryan mengingatkan, penunjukan menteri adalah hak prerogatif presiden. Lebih khusus lagi, posisi Menteri Keuangan berada langsung di bawah Presiden, bukan di bawah Menko Perekonomian seperti yang kerap disangka publik.

Baca juga : Bahas Kondisi Terkini, Prabowo Dan Dasco Bicara Empat Mata

“Makanya Presiden butuh figur yang benar-benar bisa menjalankan visi dan misinya. Dan orang yang paling bisa dipercaya. Mungkin itu alasan Presiden memilih Purbaya,” cetusnya.

Tentu, kata Ryan, ada sejumlah pekerjaan rumah yang menanti. Purbaya harus mampu mendukung program prioritas Presiden di tengah anggaran yang terbatas. Seperti program makan bergizi gratis, Koperasi Desa Merah Putih, pembangunan tiga juta rumah, ketahanan pangan, dan ketahanan energi.

“Anggarannya terbatas, tapi harus dioptimalkan. Jadi perlu kreativitas. Pak Purbaya pasti paham, dia enggak bisa kerja sendiri. Harus kolaborasi dengan tiga wakil menteri dan jajaran eselon I, terutama Dirjen Pajak,” katanya.

Ryan optimistis koordinasi Purbaya dengan tim Kemenkeu, baik Wamen Thomas Djiwandono, Anggito Abimanyu, maupun Suahasil Nazara, akan berjalan mulus. “Pasti langsung klik. Jadi bisa langsung kerja,” imbuhnya.

Baca juga : Blusukan Ke Batam Ditemani Mbak Titiek, Gibran Dorong Ekonomi Biru

“Nah, tentu Pak Purbaya juga harus tegak lurus dengan Presiden. Mudah-mudahan dengan pengalaman beliau puluhan tahun di birokrasi pemerintahan, beliau paham betul suasana kebatinan yang dicita-citakan Presiden,” lanjutnya.

Meski demikian, Ryan memberi catatan agar Purbaya lebih rendah hati dan akomodatif. “Beliau harus lebih humble, mau mendengar suara publik. Itu penting agar kebijakan fiskal tidak elitis dan tetap berpihak pada rakyat,” pesan Ryan.

Dengan segudang pengalaman dan jejaring, Ryan percaya Purbaya mampu menjaga kepercayaan investor, lembaga internasional, maupun pelaku pasar. “Intinya, beliau sudah punya grip. Enggak perlu belajar lagi, langsung lari,” pungkasnya. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.