BREAKING NEWS
 

Pertamina Hulu Energi Tegaskan Peran Strategis di Industri Migas Nasional

Reporter & Editor :
FAZRY
Jumat, 12 September 2025 18:47 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, menegaskan komitmennya untuk menjadi kontributor utama dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung terwujudnya swasembada energi di Indonesia.

Saat ini, Pertamina Hulu Energi mengelola 24 persen wilayah kerja operator minyak dan gas (migas) di Indonesia.

Kontribusinya mencapai 69 persen lifting minyak domestik dan 37 persen lifting gas domestik, menempatkan perusahaan sebagai pemain kunci dalam memastikan ketersediaan energi di tengah meningkatnya kebutuhan nasional.

“Pertamina Hulu Energi siap menjawab tantangan energi masa depan dengan strategi peningkatan produksi hulu migas, penguatan eksplorasi, serta penerapan teknologi dekarbonisasi seperti carbon capture storage/carbon capture utilization and storage (CCS/CCUS). Langkah ini selaras dengan agenda pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi dan mendukung transisi energi menuju target Net Zero Emission 2060,” ujar Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial Pertamina Hulu Energi, Edi Karyanto, dalam acara peluncuran dan diskusi buku Senjakala Industri Migas? : Migas & Pembangunan Indonesia 1899–2023 karya M Kholid Syeirazi, di Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Baca juga : Lindungi Produk Perikanan, KKP Dorong Regulasi Indikasi Geografis

Dalam menjaga ketahanan energi, Pertamina Hulu Energi menjalankan sejumlah langkah strategis.

Pertama, mengoptimalkan produksi melalui perawatan aset, penerapan asset integrity, dan revitalisasi fasilitas produksi.

Kedua, meningkatkan cadangan migas lewat eksplorasi berkualitas, pengembangan lapangan baru, serta teknologi enhanced oil recovery/chemical enhanced oil recovery (EOR/CEOR).

Adsense

Pertamina Hulu Energi juga memperkuat portofolio produksi melalui pengembangan anorganik. Untuk mendukung target Net Zero Emission 2060, perusahaan mengembangkan inovasi dekarbonisasi lewat CCS/CCUS dengan potensi penyimpanan karbon mencapai 7,3 gigaton di 11 lokasi prioritas.

Baca juga : Kemenperin Luncurkan Reformasi TKDN, Perkuat Daya Saing Industri Nasional

Menurut Edi, di tengah meningkatnya konsumsi energi nasional, migas tetap menjadi energi transisi. Gas bumi dipandang sebagai energi fosil yang lebih bersih dan andal dalam mendukung bauran energi nasional.

“Sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Pertamina berkomitmen menjaga prinsip Availability, Accessibility, Affordability, dan Acceptability energi bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Meski tren produksi positif, industri hulu migas masih menghadapi tantangan iklim investasi dan regulasi.

Pertamina Hulu Energi mendorong sinkronisasi kebijakan fiskal, kontrak, dan perizinan agar tercipta iklim investasi yang kondusif dan kompetitif secara regional.

Baca juga : Pertamina Raih Penghargaan Katadata ESG Index Awards 2025

“Dukungan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk mewujudkan peningkatan produksi migas nasional yang berkelanjutan demi menjaga ketahanan energi dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tambah Edi.

Pertamina Hulu Energi menegaskan akan terus berinvestasi sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Perusahaan juga berkomitmen terhadap kebijakan zero tolerance on bribery melalui pencegahan kecurangan dan penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berstandar ISO 37001:2016.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense