RM.id Rakyat Merdeka - Suasana hangat terasa ketika Bakti BCA bersama Tulola (brand perhiasan lokal), kembali menggelar acara kolaborasi budaya di Bali.
Dengan sapaan ramah kepada awak media dan undangan yang hadir, acara ini dibuka dengan semangat kebersamaan.
“Assalammualaikum, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Sejahtera. Semoga semuanya sehat dan tidak ada yang terkena banjir,” ucap Founder & Creative Conceptor Tulola Happy Salma, membuka perayaan Kawan Nusantara “IDENTITAS” dari Tulola di Andaz, Bali, Kamis (11/9/2025).
Hadir EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn, Founder & Creative Designer Tulola Sri Luce Rusna, Chief of the Village Andaz Bali Marc Walz dan perajin perak Desa Wisata Taro, Bali, Ketut Daging.
Baca juga : Daya Saing Menguat, Investasi Terdongkrak
Dalam kesempatan itu, Bakti BCA mempersembahkan pameran “HEROES OF HERITAGE” yang menampilkan koleksi perhiasan kreasi kolaborasi dua perajin perak Desa Wisata Taro, Bali, yakni I Made Suama dan Ketut Daging, bersama Tulola.
Untuk diketahui, Desa Wisata Taro merupakan salah satu dari 27 desa binaan Bakti BCA. Selain menjadi pusat kerajinan perak, desa ini menawarkan paket wisata yang memadukan unsur alam, tradisi dan spiritualitas.
Desa Wisata Taro merupakan penerima penghargaan Best Tourism Villages Upgrade Program dari The United Nations World Tourism Organization (UNWTO) pada 2023.
Hera F. Haryn mengungkapkan, Bakti BCA bangga dipercaya untuk mendukung perayaan Kawan Nusantara ‘IDENTITAS’. Kolaborasi bersama Tulola ini menjadi langkah penting yang layak dikembangkan.
Baca juga : Lansia Dan Disabilitas Kesulitan Masuk Halte
Menurutnya, inisiatif ini tidak hanya menjaga kelestarian budaya asli Indonesia sambil menyesuaikannya dengan perkembangan zaman. Tapi juga membuka peluang bagi komunitas lokal, para perajin asal Desa Wisata Taro, menampilkan potensi mereka di pasar yang lebih luas.
“Harapannya, inisiatif ini dapat berkontribusi bagi pengembangan ekonomi lokal dan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” kata Hera.
Kolaborasi perajin Desa Wisata Taro dengan Tulola berhasil memadukan kearifan lokal Bali dengan sentuhan modern.
Koleksi “HEROES OF HERITAGE” menampilkan beragam pilihan bros, di antaranya Mandala, Sampian, Karang Daun dan Lembu Putih, yang merefleksikan kekayaan dan budaya asal Desa Taro.
Baca juga : Unsur Korupsi Bukan Cuma Memperkaya Diri
Hera menekankan, kolaborasi ini tidak sekadar simbolis, tetapi berdampak nyata pada masyarakat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.